Rabu, 15 Agustus 2018

Belanja Online Hemat ala Mama Key



Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih buanget nget nget sama para pencipta marketplace atau e-commerce di Indonesia dan dunia. Lebay? Gak! Karena mereka saya bisa berbelanja tanpa keluar rumah. Trus nanti paket tinggal dikirim, tingtong sampai deh di rumah.

Sek-sek, e-commerce sama marketplace itu opo tho yo? qiqiiqiq. Kita bahas dulu mengenai e-commerce ya. Menurut Wikipedia e-commerce aka perdagangan elektronik merupakan jual beli melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, website dan jaringan lainnya.  Marketplace sendiri adalah penyedia jasa mall online berupa website, dengan penjual anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di marketplace tersebut. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.

Saya termasuk emak pecinta online shop sejak kehamilan kakak, berarti 7 tahun lalu. Saat itu belanja masih via inbox atau wa atau bbm penjual yang berjualan di FB. Sepertinya pada saat itu sudah beberapa marketplace tapi belum tertarik menggunakannya. Tapi sekarang hampir semua marketplace juga mempunyai aplikasi yang bisa di download di smartphone kita. Instagram juga merupakan platform yang dipilih para penjual online untuk menawarkan produk mereka, walau akhirnya tetap diberi pilihan untuk melakukan transaksi ke marketplace.

Kemudahan akses berbelanja inilah yang membuat masyarakat lebih memilih online daripada offline shop. Walau beberapa offline shop masih terus berkembang , tak sedikit dari mereka juga membuka online shop. Kemudahan ini didukung juga dari kemudahan pembayaran melalui internet banking atau mobile banking.  Ini nih yang bikin kalap mata tahu-tahu saldo di rekening berkurang banyak ahahahahah. Cung siapa yang suka gitu??? Saya mau membagikan tips belanja online ala saya. Bagaimana biasanya berbelanja via online shop setiap bulannya.

1. Berbelanja barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan

Ini kayaknya setiap orang mah tahu ya? Tapi pada kenyataannya "yang dipengen" jadi menang ketimbang yang dibutuhkan. Trus asal beli tanpa pikir panjang hanya melihat harganya cuss langsung bayar, impulsive buying namanya. Untuk itu biasanya tiap akhir bulan saya sudah membuat list apa saja yang habis atau barang-barang yang saya butuhkan bulan depan. Seperti, besok September saya harus beli face wash yang sekarang tinggal sedikit, beli kado keponakan yang akhir bulan ini ulang tahun, atau beli sepatu baby Arlo yang sekarang sudah mepet banget di kakinya.

Tapi kadang masih suka impulsive buying sih qiqiqiiq setidaknya dengan membuat list jadi mendahulukan berbelanja yang benar-benar butuh. Kalau lagi khilaf impulsive buying biasanya karena ada dana tambahan masuk anggap bonus atau mengapresiasi diri karena sudah bekerja keras sebulan itu. Wajib? Gak sih! Tapi kalau ada dana berlebih memang suka memberi tahu diri sendiri, "Gpp kemarin abis mumet mikirin kerjaan itu, uangnya belanjain aja". Sesekali tak apalah ya.

2. Membandingkan harga antar Marketplace

Banyaknya marketplace sekarang membuat persaingan fasilitas di antara marketplace. Mulai dari cashback setiap berbelanja, freeongkir, atau diskon gila-gilaan yang bahasa kerennya sekarang flash sale. Setelah tahu apa yang dibelanjakan, biasanya saya membandingkan harga si produk di marketplace A, B, C, dst. Tidak cuma membandingkan di marketplace, biasanya saya lihat harga nya juga di online shop Instagram. 

Sekarang ini saya lebih sering berbelanja di situs shopee karena flashsale nya sangat menggoda, banyak produk yang didiskon hingga murah sekali. Gratis ongkos kirim juga pertama diberikan oleh shopee. That's why situs ini sekarang jd favorit semua orang. Tokopedia juga masih jadi favorit kedua saya, karena sering memberikan cashback yang menggiurkan. Saya pernah menebus gendongan saya lewat tokped (bahasa gaulnya tokopedia), lalu mendapat cashback 150rb kan lumayan buanget donk. 

3. Mencari trusted seller

Saat berbelanja via medsos seperti FB, IG, dan Line saya melihat dari testimoni yang diberikan customer mereka di setiap postingan. Sampai saat ini saya memiliki langganan beberapa online shop dari medsos yang Insya Allah terpercaya. Jika produk yang saya beli adalah produk baru dimana belum ada langganan penjualnya, saya memilih untuk berbelanja di merketplace. Seperti yang sudah disampaikan di atas, marketplace seperti pihak ketiga antara pembeli dan penjual. Karena dana ditahan mereka terlebih dahulu, hingga produk sampai ke tangan pembeli. Jadi, buat yang takut tertipu untuk belanja online bisa belanja di marketplace. Mommies bisa lihat berapa produk yang sudah terjual dan bagaimana ulasan pembeli sebelumnya. 

4. Mencari refrensi online shop

Berbelanja di online shop ini tentu tanpa kita pegang atau tahu terlebih dahulu bagaimana kulaitas produknya. Biasanya kalau saya mencari refrensi tentang prosuk yang ingin saya beli. Bisa dari teman, gugling di internet, atau dari ulasan produk itu sendiri. Karena tidak semua orang cocok dengan refrensi orang lain, maka berbekal "Bismillah" untuk belanja online shop jika memang kita belum pernah berbelanja di situ. 

Seperti kalau gamis saya lebih suka belanja di Heaven Lights atau HijUp, belanja kerudung di Lightsclo atau Vanilla Hijab, beli pakaian anak ke beberapa online shop di FB. Tapi memang tidak semua produk bisa saya beli di online shop, seperti sepatu. Karena lebih nyaman mencobanya langsung ketimbang meraba-raba apakah nyaman di kaki atau tidak.

5. Mencari diskon 

Selain marketplace, situs diskon pun mulai bermunculan akhir-akhir ini. Banyak tambahan diskon yang bisa di dapat jika membeli dari situs diskon ini. Saya pernah membeli kupon restoran di situs tersebut, juga kupon tempat wisata. Lumayan yes, bisa mengurangi pengeluaran qiqiqiqi. Mencari diskon juga bisa dengan mengaktifkan newsletter dari marketplace yang masuk ke email. Update deh kita diskon-diskon terbaru. Di instagram juga ada akun yang selalu mengupdate diskon-diskon di offline atau online shop. Cucok meong banget deh ahahahah tambah update masalah diskon. Bahkan di beberapa wag, membernya suka share diskon online shop lho. 


Yang pasti berbelanja sesuai budget adalah poin terpenting mommies. Menerapkan berapa biaya maksimal yang harus kita keluarkan untuk produk yang akan kita beli ini jadi keharusan untuk saya. Mengukur kemampuan diri yes masuknya. Kalau ternyata yang harus kita beli overbudget biasanya saya nabung atau ikut arisan produk tersebut seperti saat ingin membeli buku 1 series, produk-produk digital anak, ataupun essence oil yang saya butuhkan di rumah. 

Hindari impulsive buying ya moms, walau susah banget tapi setidaknya bisa mengerem pengeluaran yang membludak. Saya pun masih belajar tentang ini, ehehehhehe. Apalagi kalau gaji sudah masuk huhuhuhuhu pengen langusng dibelanjain semua. Buat yang masih takut belanja online shop, perbanyak cari refrensi atau bisa lah nanya saya ahhahaha. 

Happy Shopping, Moms!
Selamat mewaraskan diri dengan berbelanja!



@harnumnisa
15 Agustus 2018

Jumat, 10 Agustus 2018

2018 Lebih Glowing? Yuk Ikuti 10 Langkah Skincare Korea Ini!



Wajah yang cerah dan bersih tanpa jerawat tentu jadi idaman semua wanita, termasuk mommies kan? Tapi suka kebayang malesnya gak sih. Boro-boro skincare-an, cuci muka mau tidur aja suka kelupaan karena ketiduran nenenin bayik. Bisa mandi dan keramas dengan khidmad aja bisa jadi kebahagiaan tersendiri buat para mommy.

Tapi godaan skincare ala korea yang ngehits ini benar-benar kencang di kuping mama. Apalagi teman-teman kantor bahasannya skincare lagi, skincare lagi. Belum ketambahan di berbagai WAG dan timeline FB beuuuuhhhh bikin penasaran banget. Penasaran apa aja sih bikin hits skincare ala korea ini. Bagaimana sih emangnya efek kalau pake skincare korea.

Baeklah jadi mama searching tentang skincare korea sejak April. Begitu searching banyak banget yang udah bahas. Jadi yang bikin heboh ini adalah 10 Langkah Skincare Routine, baik untuk pagi maupun malam. Apa saja sih 10 Langkah tersebut, mari kita bahas pelan-pelan satu persatu,yes! Contoh produk yang mama gunakan disini yang sesuai dengan jenis kulit mama kering tapi sensitive gampang berjerawat.

1. CLEANSER

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan kotoran-kotoran di wajah setelah seharian kita beraktivitas dan menggunakan make up. Variasi nya bisa Cleansing oil, Cleansing wipes, atau Cleansing Cream. Kalau mommies punya kulit wajah kering bisa menggunakan cleansing oil karena bikin kulit mommies jadi lembab gitu. 

Untuk cleanser dulu mama seringnya pake merk viva qiqiiiq siapa sih yang gak tau merk ini. Gampang dicari yes, di drugstore pasti ada  plus harganya pun terjangkau. Sekarang mama punya 2 merk cleanser ada laneige cleansing oil dan micellar water nya garnier.

Laneige Fresh Brightening Cleansing Oil ini Pembersih berbahan minyak aprikot yang ringan dan menyegarkan, efektif untuk melepaskan sel-sel kulit yang sudah tua dan memberikan efek cerah pada kulit. Biasanya mama pakai waktu pagi habis bangun tidur sebelum mandi.


Garnier Micellar Cleansing Water ini pembersih wajah yang berfungsi sebagai cleanser & tone, mengangkat kotoran / make up di wajah bagaikan magnet , trus Hypoallergenic cocok untuk kulit sensitif. Mama biasa pakai sore hari pulang kerja sebelum mandi. Bener banget kotoran di wajah keangkat di kapas. Jadi berasa kulit wajah bersih lagi.




2.FACE WASH

Setelah tahap cleanser, berlanjut ke pembersihan selanjutnya istilah lainnya double cleansing. Ini penting banget buat mama yang berkendara motor  dan menggunakan make up saat bekerja. Kalau terlupa bisa-bisa timbul jerawat. Mommies bisa memilih menggunakan facial wash atau facial foam. Beberapa merk bahkan ada yang bubbleless. Namun tidak semua orang menyukai facial wash seperti itu. Jika setelah face wash wajah terasa tertarik, face wash ini yang perlu dihindari karena berarti mengandung bahan-bahan keras yang mengambil kelembaban wajah. 

Untuk facial wash/foam mama termasuk yang nyoba banyak merk, seperti ponds, emina, wardah, cosrx, dan cetaphil. Tiap merk punya rasa yang beda setelah diaplikasikan ke wajah. Untuk cosrx dan cetaphil kemarin beli share in jar. Hayo tebak mana yang mau dibeli fullsize nya?

Pond's Acne Solution Facial Foam yang mama gunakan sejak jaman kuliah. Alhamdulillah cucok banget buat wajah jerawatan, tapi memang memberikan kesan wajah ketarik gitu.
Cosrx ph low good morning gel cleanser merupakan facial wash korea pertama yang mama coba. Suka banget sama teksturnya. Setelah digunakan membuat wajah terasa lembab. Jadi cleanser ini ber-pH seperti pH kulit wajah,  mengandung tea tree oil, membersihkan dan merawat pori-pori dan melembabkan kulit. Bisa digunakan semua jenis kulit berminyak, kulit kering, kulit sensitif. Bulan depan pengen banget beli full size nya deh. Harganya pun termasuk terjangkau.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser memiliki kandungan yang tidak menyebabkan juga lho moms. Sepertinya saya akan stock share in jar nya lagi nih. Karena reviewnya si cetaphil ini ampuh banget untuk wajah saat berjerawat.




3. EXFOLIATE

Setelah double cleansing, mommies bisa melakukan exfoliate. Langkah untuk mengangkat sel kulit mati yang ada di permukaan wajah. Terdapat 2 cara exfoliate yaitu physical exfoliant dan chemical exfoliant.

Physical Exfoliant membuang sel kulit mati pada permukaan wajah kita dengan menggosokkan scrub pada wajah. Biasanya dilakukan seminggu 2 kali, menggosoknya pun ppelan-pelan ya moms agar wajah tidak iritasi. Mama sudah coba peelingnya mustika ratu yang dicairkan dengan air mawar dan scrub dari st.Ives. Pernah saat memakai St.Ives terlalu keras menggosoknya, alhasil wajah malah iritasi. Tapi sekarang sudah tahu caranya, so aman deh. Setelah pake scrub kulit lebih terlihat bersih dan cerah. Kemarin masih coba share in jarnya. itupun masih banyak banget setelah 2 bulan pembelian.

Chemical Exfoliant bersifat enzim yang berfungsi mempercepat regenerasi sel kulit kita, sehingga kulit wajah lebih sehat. Biasanya mengandung AHA, BHA, dan PHA. 
Ada banyak jenisnya seperti toner, pad, maupun lotion. Jangan lupa perhatikan area sensitif seperti mata. Jangan sampai terkena ya. Untuk chemical exfoliant ini mama menggunakan 
Neogen Dermalogy Bio Peel Gauze Peeling Lemon. Beneran ini produk ciamik banget, tiap bangun tidur wajah jadi glowing gitu. Tapi memang peeling ini dipakai seminggu sekali. Bentuknya pun pad, seperti kapas gitu. 




4. TONER

Setelah mengangkat kulit mati di wajah, wajah dilembabkan kembali dengan Toner. Karena sifatnya sebagai hydrating toner maka penting banget mengaplikasikan toner. Bisa menggunakan kapas, diletakkan ke tangan lalu di tepuk-tepuk, ataupun di semprotkan ke wajah. 

Untuk toner mama nyoba COSRX Centella Water Alcohol-Free dan Benton Snail Bee High Content Skin. Keduanya mama coba dengan membeli share in jar nya. Nantinya mau coba merk lain sih, kayak son park beauty water. 

Untuk centella water dan content skin sama-sama melembabkan wajah. Centella sendiri digadang-gadang cocok untuk kulit berjerawat. Untuk snail bee banyak sekali manfaatnya.




5. ESSENCE

Essence adalah satu langkah untuk melembabkan dan menutrisi kulit wajah hingga lapisan terdalam. Teksturnya sendiri lebih cair dari serum dan lebih kental dari toner. Essence ini sangat membantu proses melembabkan kulit daripada serum.

Untuk essence mama beli fullsizenya  Benton Snail Bee High Content Essence. Essence ini mengandung snai mucus dan bee veno, jadi menyeimbangkan kadar kelembaban serta minyak di wajah. Selain itu bisa mencerahkan dan mengurangi peradangan karena jerawat. Sebelum beli fullsize mama beli share in jarnya. Cucok diwajah karena bisa memperbaiki tekstur wajah juga.




6. SERUM

Dengan kerjasama dari serum dan essence akan membuat wajah kita jauh lebih terawat moms. Serum sendiri memiliki konsentrasi kandungan kandungan aktif yang lebih tinggi. Teksturnya lebih kental dari essence. 

Untuk serum ini mama menggunakan vitamin C dari The Ordinary Vitamin C Suspension 23% + HA Spheres . Beli jar sih dari teman, karena biasanya wajah mama sensitif banget kalau ada vitamin C nya. Tapi si ordinary ini aman banget dipake di wajah mama. Gak ada jerawat yang keluar lho, malah mencerahkan banget. Sukaaaa..... kapan-kapan beli full size nya lah. Teksturnya lengket si ordinary ini, jadinya setelah penggunaannya gak ditambahin skincare lain.




7. SHEET MASK

Masker tishu yang pemakaiannya hanya menempelkan sheet dikemasannya. Tunggu hingga 10-15 menit, jangan lupa mengoleskan sisa essence yang ada di kemasan sheet mask. Mommies bisa oleskan ke leher atau siku lho, qiqiqiiqiq. Sheet mask ini bisa dijadikan pengganti essence. Cukup melepas sheet mask lalu biarkan menyerap ke dalam kulit.

Mama suka nyari diskonan nih kalau beli sheet mask. Apa aja mulai etude, Innisfree, Watson, dll. Biasanya nyari yang diskon gitu. Pakai masker mala mini, pagi harinya wajah terasa lebih lembut.




8. EYE CREAM

Si area sensitive yang mesti kita jaga. Dengan penggunaan eye cream akan membantu menghilangkan kerutan dan menghilangkan kantung mata. Bisa digunakan sebelum tidur. Saya kali ini menggunakan Laneige Eye Sleeping Mask yang sample. Udah berbuan-bulan masih ada nih. Sebelum tidur wajib deh dipake.



9. MOISTURIZER

Biasa disebut dengan cream yang digunakan pagi hari (daily cream) atau malam hari (night cream). Serangkaian skincare tahap akhir jika di malam hari. Cream pun macam-macam teksturnya. Mama sendiri menggunakan Benton Snail Bee. Rutinnya penggunaan mousterizer akan lebih menyehatkan kulit kita nih. Kebetulan mama emang mau nyoba 1 seriesnya benton. Mau lihat efek dari snail mucus sama bee

10. SUNSCREEN 

Percuma banget kalau kamu pake semua tahap skincare di atas tapi kelupaan pake sunscream. Berfungsi untuk melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari. Sebelum keluar rumah, cusss aplikasikan sunscream. Bahkan walau mommies hanya di rumah perlu lho. 



Mama suda pernah menggunakan berbagai merk sunscreen, seperti wardah, emina, oriflame, dan sekarang sedang menunggu kedatangan skin aqua. Dari merk-merk di atas yang pernah digunakan, mama paling suka tekstur dari spf nya emina. Gak lengket di wajah dan cepat menyerap daripada merk lainnya. Kalau skin qua jangan ditanya ya, soalnya belum dicoba bagaimana telsturnya. Next mama mau nyoba innisfree nih, menanti yang skin aqua habis deh.


Panjang ya langkahnya qiqiiqiq tapi kalau sudah terbiasa sih malah jadi kebutuhan banget. Akan terasa bedanya kalau mommies bangun tidur dan melihat efek dari skincare ini. Setiap orang punya kuit yang berbeda-beda tingkat kesensitifannya. Kalau tips dari mama cari review dari vlogger, blogger, ahli kecantikan yang punya masalah kulit sama mommies. Jika ingin melihat efeknya bisa beli share in jar dulu, jadi kalau gak cocok gak bakal nyesek. Kalau sudah cocok bisa lanjut beli fullsize nya. Next mama mau bahas skincare routine pagi sama malam, ditunggu ditulisan selanjutnya.

Salam Glowing!!!


@harnumnisa
9 Agustus 2018

SUmber :
http://beautydaily.id/story/yuk-intip-10-langkah-skin-care-korea-yang-bisa-kamu-coba
https://moeslema.com/4857
https://journal.sociolla.com/beauty/physical-dan-chemical-exfoliant-apa-perbedaannya/

Picture from Canva & Google



Kamis, 02 Agustus 2018

Konsisten Menulis (Aliran Rasa Kulwap Kejar Menulis)

Seminggu yang lalu kelas kami kedatangan tamu Teh Indari. Siapa sih yang tak kenal beliau. Penulis dan pebisnis wanita profesional. Sudah banyak anak didiknya yang berhasil menjadi penulis. 

Saya sendiri pernah mengikuti salah satu pelatihan yang dibuat Indiscript, yaitu Pelatihan Antologi. Dari pelatihan itu saya berhasil menghasilkan 2 buku Antologi bersama teman-teman lainnya. Dari menulis hingga buku terbit baru tersadar bahwa penulis harus bisa bisnis. Sama seperti yang Teh Indrari katakan saat di Kulwap.

Berbicara soal bisnis, ini yang sebenarnya yang membuat saya merasa penulis buku bukan passion saya 😂. Karena setelah kita menulis tulisan sesuai tema, masih ada PR lainnya yaitu menjualnya. Ya, buat penulis baru tentu tidak seperti penulis senior yang menjualnya di toko buku tapi menjualnya dengan sistem marketing via medsos. 

Buat saya yang termasuk tidak ahli di bidang marketing ini menjadi kesulitan tersendiri. Apalagi masih ada perasaan, pantaskah tulisan saya di bukukan. Layak gak sih tulisan saya dimata orang lain. Setelah proses dua tulisan saya dibukukan justru saya merasa kemampuan menulis saya untuk dicetak masih sangat buruk. Seharusnya bersabar dengan banyak berlatih dahuli baru membukukan tulisan.

Tapi namanya manusia tak akan makin berusaha jika tidak merasa gagal kan. Untuk itu saya belajar menulis di Kejar Menulis IP Tangsel. Walau saya merasa jauh lebih nyaman menulis untuk content blog ketimbang buku. 

Kembali ke kulwap, banyak ilmu yang saya dapat tentang bagaimana menjadi penulis. Dengan semakin banyak menulis tentu kompetensi kita semakin meningkat. Teh Indari juga menceritakan bagaimana pengalaman menulisnya dan bagaimana manajemen waktu beliau. Wow banget lah, teh Indari yang sekarang hamil besar masih bersemangat untuk mwnulis ditemgah aktivitas bisnis dan keluarganya. Daebak 😍.

Saya sendiri sudah mempunyai jadwal waktu harian. Diawali dari matrikulasi lalu project RBI dimana kami diminta membuat jadwal dan kandang waktu untuk keluarga, komunitas, dan pekerjaan lainnya, termasuk menulis. Saya termasuk yang mentarget berapa tulisan di blog yang harus saya buat perbulannya. Untuk tulisan di medsos tidak saya target karena bisa setiap hari saya membuat postingan. Apalagi keperluan mengerjakan tugas Bunsay.

Untuk di blog saya mentargetkan minimal 1 lesticle untuk saya setorkan pula menjadi kontributor artikel. Tema nya tentu berbeda tiap bulannya. Biasanya tulisan yang saya buat berdasar apa yang sudah saya lakukan. Artikel yang di buat pun bertujuan untuk mengedukASI. 

Biasanya saya menulis di jam setelah selesai mengerjakan tugas kantor, yaitu menjelang waktu pulang. Namun terkadang mepet waktu deadline jauh lebih mudah mengeluarkan ide. Termasuk saat ini.

Untuk menuliskan 1 Lesticle saja harus menunggu momen tepat agar mudah mengutarakan ide yang terpikirkan. Ya, kegiatan lain yang butuh fokus membuat sulit ide-ide itu. Kedepannya saya akan menambah sesi edukASI saya dengan menuliskan Instastory. Jadi selain blog instagram adalah salah satu alternatif mengedukASI dan menulis.

Semoga lebih konsisten menulis dan mengembangkan kompetensi di bidang ini. Menulis salah satu bakat dan media mewaraskan diri saya. Lakukan dengan bahagia, Insya Allah jauh lebih menghasilkan tulisan yang baik.

@harnumnisa
2 Agustus 2018

Rabu, 25 Juli 2018

Catering Sekolah? Kenapa Tidak!

Menu Catering Sekolah

Sejak Paud sekolah kakak key sudah menerapkan sistem wajib catering sekolah, hingga sekarang di SDITnya. Awal2nya mama sedih karena tidak bisa berkreasi macam emak lainnya bikin bento 😂. Serasa tidak diberi kesempatan menyiapkan bekal untuk anak.

Tapi tahukah moms, ternyata catering sekolah itu banyak manfaatnya dan keuntungannya untuk mommies dan juga kidos. Hayo apa aja ya? Kita bahas yuk!


🐣 Menu yang sama dengan Teman
Suatu saat kakak pulang sekolah membujuk mama untuk beli suatu snack yang dibawa temannya. Padahal snack tersebut masuk snack yang dijauhi kakak. Pernah mengalami hal tersebut? Dengan menu yang sama saat snacktime atau lunch, anak akan lebih fokus untuk makan ketimbang melihat-lihat menu temannya.

🐣 Anak Mengenal Lebih Banyak Menu
Bisa dilihat di gambar di atas. Betapa menu yang diberikan bervariasi bahkan menu yang tak pernah mama sediakan di rumah. Kebayang kalau mama yang menyediakan bekal, menu nya itu lagi, itu lagi 😂 Kakak juga jadi request lho menu yang pernah dimakan di sekolah untuk dibuatkan di rumah. Seperti pepes tahu, sayur labu, combro, timus, dan makanan lainnya.

🐣 Mengajarkan untuk Tidak Memilih-milih Makanan
Buat saya makan itu ada proses dimana orang tua memberi kesempatan anak untuk mengenal lalu menyukai apa yang disediakan untuk makan. Bahkan saya menyesal mengapa mulai menanyakan "Mau makan apa hari ini?" kepada kakak yang saat itu berusia 3 tahun. Karena mulai sejak itu dia selalu memilih makannya. Harus disediakan apa yang dia mau. Padahal tentu akan lebih baik jika anak makan apa yang sudah orang tua sediakan.
Dengan catering sekolah anak akan dihadapkan dengan menu yang saat itu harus dia makan. Pilihannya adalah tidak makan atau mencoba makan bersama. Guru tentu akan membantu anak untuk mengenalkan makanan yang sudah ada. Melihat temannya makan, anak juga akan lebih bersemangat makan.

🐣 Dari Belum Suka menjadi Suka
Beberapa sekolah yang menerapkan makanan catering bertujuan untuk menjadikan anak yang tidak suka dengan makanan tersebut menjadi suka. Banyak anak yang tidak dibiasakan mengenal sayur dan buah di rumah, akhirnya mengenal dan suka. Begitupun dengan bahan makanan lainnya.
Pijakan yang dibuat di rumah akan lebih membantu waktu makan anak di sekolah. Biasanya para guru akan menanyakan anak alergi apa dan tidak suka makanan apa. Memberi kesempatan anak untuk mencoba makanan yang belum disukainya adalah cara yang tepat daripada selalu menghindarkannya.

🐣 Tidak Perlu Bingung Memilih Menu Bekal
Buat mommies yang suka masak membuat bekal sekolah adalah suatu hal yang menyenangkan. Termasuk saya! Ada kebahagiaan tersendiri saat anak menyukai bekal yang kita sediakan. Tapi kembali lagi saat sekolah mewajibkan catering, mama tidak perlu bingung harus membawakan bekal apa untuk kakak. Waktu memasak bekal bisa digantikan dengan membuatkan sarapan sehat untuk anak.


Setiap keluarga punya rules masing-masing. Begitupun dengan tiap sekolah. Saat harus menghadapi aturan sekolah yang mewajibkan catering, mommies bisa bernafas lega karena tentu banyak manfaatnya. Tinggal kita yang meyakinkan diri bahwa anak-anak juga akan berproses di sekolah, termasuk berproses mengenal makanan sehat yang beragam.


@harnumnisa
24 Juli 2018
Dari balik tirai ruang tunggu klinik drg


Kamis, 28 Juni 2018

Jadi Pengurus di Komunitas? Siapa Takut!

Sejak jadi ibu rasa ingin tahu saya meningkat lebih besar daripada masih lajang. Tentu keingin tahuan mengenai dunia anak. Mencari support system yang bisa dijadikan tempat mencari ilmu sekaligus berbagi pengalaman tentu membantu saya berkembang lebih baik.

Berbagai komunitas saya ikuti demi menghilangkan rasa haus ilmu saya. Termasuk bergabung di Ibu Profesional Tangsel. Mendampingi kakak 6yo dan adik 1.5yo tentu tak bisa tanpa ilmu, saya harus belajar, belajar, dan belajar. Alhamdulillah menyelesaikan matrikulasi sehingga sah menjadi member di IP Tangsel. Rasa syukur saya bergabung di IP Tangsel dengan mencoba mendaftar sebagai pengurus komunitas. Sempet ragu saat mendaftar, apakah saya mampu menjaga amanah sebagai pengurus, padahal saya sudah punya komunitas dimana saya founder disitu. Setelah mengalami pergejolakan batin, saya mantap ikut di Oprec Pengurus Tangsel. 

Apa sih asyiknya jadi pengurus di IP Tangsel? Yuk kita bahas asyiknya jadi pengurus versi admin WAGM !

🌟 Bertemu Bunda-Bunda Hebat
Saat menjadi matrikan melihat tim dapurnas dan pengurus di IIP ini hebat-hebat. Bagaimana tidak? Komunitas yang beranggotakan para wanita yang belajar bersama, tapi bisa sebesar ini dengan sistem yang sangat tertata rapi. Profesional! Dengan menjadi pengurus kita bisa membuat event atau proker yang melibatkan mereka. Tentu saja bisa berinteraksi dengan teman-teman IIP di pusat dan berbagai daerah

🌟 Kesempatan Menjadi Fasilitator
Syarat menjadi fasil adalah seorang pengurus kota. Alhamdulillah di MIIPB5 kemarin berkesempatan menjadi fasilitator dan berlanjut ke kelas Bunsay. Menjadi fasilitator membuat pengalaman saya bertambah, selain saya mengkhatamkan ilmu dasar di perkuliahan IIP. Aliran Rasa mengenai Fasil bisa dilihat di : Belajar Ibu Profesional dengan Menjadi Fasilitator

🌟 Jam Terbang Bertambah
Jadi admin WAG di IP Tangsel menambah jam terbang saya belajar dunia desain publikasi. Jam terbang saya sebagai blogger juga ikut bertambah lho karena tim online wajib jadi kontributor artikel. Jam terbang saya mengelola WAG juga bertambah heheheh kapan membuat suasana lebih ramai, kapan harus mengalihkan pembicaraan yang bertentangan CoC, dsb.

Sebenarnya masih banyak ya asyiknya jadi pengurus, yang pasti kesempatan besar mengenal maestro parenting anak juga semakin besar. Tinggal bagaimana kita mencari posisi yang sesuai dengan passion kita. Jadi saat menjalani amanah ini tidak ada yang namanya "bosan", "bingung", "penat", dll. Ridho suami dan anak tentu harus, agar apa yang kita kerjakan berjalan lancar.

Jadi, siapa takut jadi pengurus? 

Jumat, 25 Mei 2018

List Bermain RBM Rezvani (Bunsay Level 7 #day9)

Mama merupakan peserta Project 2 RBI, ada dua project yang mama kerjakan. Salah satunya adalah Rumah Baca dan Main Rezvani. Konsepnya adalah mama dan kakak kerjasama mengajak teman-teman bermain kakak untuk membaca dan bermain bersama. Insya Allah kami akan buka tiap hari Minggu setiap pekannya. 

Lumayan mengurus waktu mengikuti RBI ini. Mama harus menyetor tugas selama 90 hari. Namun mama menyiasatinya dengan membuat jadwal harian kapan harus membuat tugas. Mengapa memilih RBM karena mama dapat mengikut sertakan kakak dan adik di project ini. 

Mama bisa menanyakan ke kakak buku apa saja yang kita keluarkan untuk bisa teman-teman baca. Lalu, kami membuat list bermain untuk kakak dan teman-teman. Tentu saja dia antusias kalau sudah diajak sensory play. Sama seperti kalau ada tantangan 10H Bunsay qiqiqiiq mama suka menanyakan dulu kita mau agenda apa.

Untuk pekan 2 RBM ini kami kembali lagi membuka buku Rumah Main buku dari Julia Sarah dan DIY Mainan buku dari Stella Stujadi dkk. Mama menanyakan ke kakak mau bermain apa, disiapkan apa, dll. Kakak banyak request. Minta melukis katanya qiqiiqiq jadilah list kami sbb :

  1. Finger Painting
  2. Ublek
  3. Memindahkan pompom
  4. Memberi makan hewan
  5. Membuat stamp
Pekan ini tentang painting ya,,,, Mama perlu membuat cat air alami dari sagu dan pewarna makanan. Perlu bertanya ke gurunya kakak nih agar awet cat nya nanti tidak gampang basi. Apa bisa ditaruh di kulkas atau tidak? Baiklah semangat prepare nih buat besok minggu. Terima kasih kakak sudah membantu mama.