Jumat, 14 Desember 2012

Resep Roti Tahu Kukus Saos Kabocha



Menu baru mama, ada sisa tahu ma daging sapi cincang, 

Bahan :
Tahu
Daging sapi cincang
Unsalted Butter
Kuning telur kocok
Roti gandum cincang
Keju Parut

Pure Kabocha

Cara Membuat :
Campur tahu + daging+ keju +unsalted butter + roti gandum sampai rata
Masukkan ke wadah aluminium foil
masukkan kabocha
lalu siram dengan kuning telur
kukus hingga matang

Resep Bubur Bayi (8m+) : Bubur Tahu Daging




Ne kesukaan Keyvano tersayang, seneng banget ampe piring2 dijilatin ehehehhehe....

Bahannya :
Tomat Cincang
Daging Cincang
Beras putih
Beras Merah
Tahu putih cincang
Kaldu daging

Cara Membuat : masak beras + tomatnya + daging cincang dengan kaldu hingga masak, masukkan tahu, masak hingga menjadi bubur.


Habis dalam sekejab, yummy ^___^

Rabu, 12 Desember 2012

Resep Bubur Bayi (8m+) : Bubur Rote

Bubur Rote


Bahannya : beras merah, tomat cincang, tempe cincang, kuning telur, roti gandum cincang
Cara memasak : beras merah dimasak + tomat+ tempe cincang, masak hingga beras matang, tambah kuning telur dan roti gandum. Masak hingga matang ,menjadi bubur. Sajikan di wadah makan si baby ^____^
Bahan seadanya yg ada di kulkas ehehehheeh :D




Senin, 10 Desember 2012

ASI Dalam Islam


Kutwit tentang ASI Dalam Islam, Oleh: Farahdhiba Tenrilemba (KL AIMI)

  • kemarin ada kesalahan tehnis dalam men-tweet #ASIdalamISLAM, maaf ya. Skrg, mari kita teruskan. Smg kali ini lancar. Amin.

  • Assalamu'alaikum.. Bgmn puasanya? Smg diberi kemudahan ya. Ijinkan sy berbagi ttg #ASIdalamISLAM, dimana ASI/menyusui disebutkan dlm Alquran & Hadist

  • Disclaimer: Sy bukan ahli agama(Islam), semua bahan bersumber dr ustad/dzah,sy cocokkan dg AlQuranTerjemahan,ambil hikmahny #ASIdalamISLAM

  • AlQuran lebih dr 14 abad menganjurkan Air Susu Ibu. #ASIdalamISLAM

  • Berikut Ayat2 dlm AlQuran yg menyebutkan perihal penyusuan,menyusu,pemberian #ASI: #ASIdalamISLAM

  • Cat: mohon jika ada (...)Titik tiga, artinya ayat itu masih berlanjut sblm/ssdh,sy mengambil yg tdpt kata penyusuan/menyusu #ASIdalamISLAM

  • QS Ar-Rahman tdpt 31x ayat yang berbuyi “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” #ASIdalamISLAM

  • nikmat ASI adl salah satu bentuk Allah Yang Maha Pemurah #ASIdalamISLAM

  • S Al-Qashash: 7 “Dan Kami wahyukan kepada Ibu Musa, ‘susukanlah ia!...” #ASIdalamISLAM

  • Ibu Musa sembunyi2 menyusukan nabi Musa u/ melindunginya dari Fir’aun yg kala itu membunuh tiap bayi laki2. #ASIdalamISLAM

  • QS Al-Qashash: 12 “dan Kami jadikan Musa enggan menyusu kepada yang akan menyusukannya sebelum datang saudaranya...” #ASIdalamISLAM

  • U/keselamatannya, Allah mewahyukan Nabi Musa dibuang ke Sungai Nil. Musa dipungut keluarga Fir’aun. #ASIdalamISLAM

  • Saudaranya Musa membujuk u/ menyerahkan Musa pada ibunya kembali agar disusukan. Ibunya pun kembali bahagia. #ASIdalamISLAM

  • Jelas disini bahwa menyusui merupakan kebahagian/karunia bagi ibu. #ASIdalamISLAM

  • QS Lukman: 14 “dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua ibu-bapaknya…” #ASIdalamISLAM

  • “…Ibunya mengandungnya dengan letih dan payah. Dan menyapihnya dalam dua tahun…” Ayat ini sudah cukup jelas artinya ya. #ASIdalamISLAM

  • QS Al-Ahqaaf: 15 “dan Kami perintahkan manusia untuk berbuat baik terhadap kedua orang ibu-bapaknya...” #ASIdalamISLAM

  • “…Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan menderita kesulitan...” #ASIdalamISLAM

  • “…Mengandung&menyusukan smp menyapihny 30bl lamanya...” Sambungan ayat ini adl doa u/ ortu. betapa kuat ayat ttg menyusui #ASIdalamISLAM

  • QS An-Nisaa’: 9 "dan hendaklah takut kpd Allah org2 yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah…” #ASIdalamISLAM

  • “…yang mrk khawatir akan keselamatan mrk….” dijelaskan,ibu tdk bisa menelantarkan anak2nya.Susuilah demi keselamatan jiwa #ASIdalamISLAM

  • QS An-Nisaa: 23 “diharamkan kamu mengawini:….8.ibu yang menyusuimu, 9.saudara-saudara perempuan sepersusuan….” #ASIdalamISLAM

  • Quran mengatur siapa2 yg tdk boleh dinikahi kelak, termasuk ibu susu dan sodara satu susu. #ASIdalamISLAM

  • QS Ath-Thalaaq: 6 “…kmd apbl mrk menyusukn utkmu,maka berilah kpd mrk upahnya.& bmusyawarahlah di antara kamu scr makruf #ASIdalamISLAM

  • “…Dan jika kamu menemui kesulitan,maka wanita lain boleh menyusukan anak itu sebagai ganti ibunya.” #ASIdalamISLAM

  • Ayat ini menjelaskan bhw dlm hal pemberianASI, suami hrslah menempatkan/menghargai istri dg layak. #ASIdalamISLAM

  • Jika menemui kesulitan dlm menyusui, suami berdiskusi dg istri dlm mengambil keputusan anak disusui oleh wanita lain. #ASIdalamISLAM

  • QS Al-Baqarah:233 “para ibu hendaklah menyusukan anak2ny slm 2th penuh,bg org2(ibu-bpk)yg ingin sempurnakan ms penyusuan..” #ASIdalamISLAM

  • “…Dan Ayah berkewajiban u/ memberikan sandang pangan bagi istri2nya secara wajar (tdk berlebihan)…” #ASIdalamISLAM

  • Ayat ini jelas mengatakan masa menyusui yg 2 th, dan bagaimana suami wajib berikan dukungan. #ASIdalamISLAM

  • QS Al-Baqarah: 233 “…apabila ibu bapak ingin menyapih dg kerelaan & musyawarah antara keduanya, maka mereka tidak berdosa…” #ASIdalamISLAM

  • Ayat ini menegaskan perihal menyusui/menyapih merupakan tanggung jawab bersama (suami-istri) #ASIdalamISLAM

  • Kini mari kita bahas hadist2 yg menyebutkan perihal menyusui, penyusuan, dan pemberian ASI. #ASIdalamISLAM

  • HR Abu Dawud, HR Muslim Kitabul Hudud no 3208 “menyusui adalah Ibadah” #ASIdalamISLAM

  • HR Thabarani & Ibnu Asakir “…dari payudara dihisap oleh bayinya, setiap tegukan dan hisapan mendapat 1 pahala” #ASIdalamISLAM

  • “jk bjaga spjg mlm krn mlayani bayinya,ia mendapatkan pahala seperti pahala org yg memerdekakan 70 budak dijalan Allah” #ASIdalamISLAM

  • HR Muslim Kitabul Hudud no 3208: Amru bin Abdullah seorg sahabat Rasulullah pernah berkata kpd istri yg menyusui bayinya: #ASIdalamISLAM

  • “janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yg menyusui anaknya, karena didorong kasih sayang kepada anak…” #ASIdalamISLAM

  • “…Akan ttp susuilah dg niat mharapkn pahala Allah &agar ia hdp melalui susuanmu itu.mudah2an kelak akn btauhid pd AllahSWT #ASIdalamISLAM

  • Yak, sekian kultweet #ASIdalamISLAM. semoga Jumat ini barokah dilimpahkan bagi semua ibu-ayah yg menyusui, anak2 yg disusui. aamiin.

  • saya cus ke sekolah anak dulu, biar bisa liat dia nge-dance! go RJboy!!! have a nice Friday all. Wassalamualaikum wr wb. #ALIF #TGIF #RJ


MPASI

https://www.facebook.com/groups/10676814777/doc/10151449419974778/


Dear bunda

untuk bunda-bunda yg akan memberikan mpasi terhadap putra-putrinya,rekomendasi WHO terbaru sebenarnya jauh lebih mudah di bandingkan dengan metode2 yg selama ini beredar di masyarakat
di sini saya membuat garis besar pemberian mpasi sesuai rekomendasi WHO

1. usia awal 6 bulan
- berikan bubur kental,bukan bubur encer,di mana bubur ini jika di balik sendoknya tdk mudah mengalir jatuh
- jika ada riwayat alergi baik orang tua maupun bayi atau di khawatirkan ada alergi,aturan 3 hari boleh di berlakukan
- pemberian awal adalah 2x bubur kental atau 1x bubur kental dan 1x puree kental dalam sehari.
- variasi makanan mulai makanan pokok yg di lumatkan seperti jagung,gandum,nasi,kentang,padi-padian
- jumlah yg di berikan adalah 2-3 sendok makan orang dewasa

2. usia 6 bulan sampai 9 bulan
- frekuensinya adalah 3x makan utama dan 1x selingan
- jumlahnya mulai di tingkatkan pelan-pelan menjadi setengah canggir 250ml
- variasikan semua jenis makanan dari semua variasi makanan,dari karbohidrat,sayur,buah,kacang-kacangan,protein hewani dan lemak (santan,margarin,minyak goreng,dll)
- setelah usia 8 bulan,berikan makanan yg bisa di pegang oleh bayi

3. usia 9-12 bulan
- frekuensi makanan menjadi 3x makanan utama dan 2x makanan selingan
- jumlahnya mulai di tingkatkan sampai satu cangkir
- variasi makanan sama
- teksturnya mulai kasar

4. usia 12-24 bulan
- frekuensi makan 3-4x makan utama dan 2x selingan
- tekstur sudah makanan keluarga

pastikan semua bahan makanan adalah produk lokal,mudah dan murah utk anak2 kita ya bundaaaaa
selamat makan

Mandikan Aku, Bunda !!!


Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter
mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak. ”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.”
Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kamimasih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.

Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.
Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

10 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil


Banyak perempuan hamil yang tidak merokok tapi terkena dampaknya akibat sering terpapar oleh asap rokok dari sekitarnya. Padahal ada 10 bahaya yang terjadi jika ibu hamil kena asap rokok.

Perempuan hamil yang terpapar asap rokok baik dari rekan kerja, lingkungan atau anggota keluarganya bisa menimbulkan risiko tertentu. Kondisi ibu hamil yang kena asap rokok tanpa disadari sebenarnya berpengaruh terhadap kehamilan dan janin yang dikandungnya.

Senyawa kimia yang terdapat di dalam rokok bisa masuk ke dalam tubuh ibu hamil dan meracuni janin yang dikandungnya.

Dalam studi yang dilaporkan pada American Association for Cancer Research di Washington menuturkan bahwa senyawa yang masuk tersebut bisa menyebabkan kerusakan genetik yang nantinya bisa menjadi awal bagi penyakit leukimia atau kanker lain.

Peneliti dari University of Louisville menganalisis bahwa ada 3 karsinogen (senyawa pemicu kanker) dari tembakau yang bisa masuk ke dalam tubuh ibu dan bayinya yaitu benzo(a)pyrene, 4-aminobiphenil dan akrilonitril.

Selain bisa menyebabkan kanker, ibu hamil yang terpapar asap rokok juga bisa menimbulkan bahaya lain, seperti dikutip dariCDC.gov dan Telegraph, yaitu:


Quote:
1.Asap rokok bisa menyebabkan kematian dini (premature death) pada bayi yang sedang dikandung dan menimbulkan penyakit ketika bayi tersebut lahir

2.Berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena racun dalam rokok bisa menghambat aliran darah yang merupakan sumber nutrisi bagi bayi

3.Asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi meninggal akibat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok

4.Meningkatkan risiko bayi terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan memperlambat pertumbuhan paru-paru

5.Asap rokok selama hamil bisa menyebabkan perubahan dalam struktur DNA bayi yang nantinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya

6.Mengganggu pertumbuhan otak janin selama di dalam kandungan, serta berisiko mengalami keterbelakangan mental

7.Sering terpapar asap rokok bisa membuat bayi lahir prematur yang umumnya memiliki perkembangan organ tubuh yang belum sempurna

8.Meningkatkan risiko bayi yang dikandung memiliki asma

9.Meningkatkan risiko bayi lahir cacat seperti bibir sumbing akibat adanya kelainan pada sperma sang ayah yang perokok

10.Pengaruh asap rokok bisa menyebabkan bayi mengalami penyakit jantung bawaan hingga keguguran Untuk mencegah hal tersebut diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik keluarga, teman-teman kerja dan orang-orang disekitar ibu hamil untuk tidak merokok. Serta membuat peraturan yang lebih jelas mengenai tempat-tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh merokok.




Bagaimana Mengenali Tenaga Kesehatan yang Tidak Mendukung Kegiatan Menyusui


By Tuti Handayani in Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (Files) ·  Edit doc
Sebagian besar tenaga kesehatan menyatakan bahwa mereka mendukung kegiatan menyusui. Tetapi banyak yang mendukung hanya ketika kegiatan menyusui berjalan lancar, sebagian malah tidak mendukung walau menyusui berjalan lancar. Begitu proses menyusui, atau kondisi apapun pada ibu yang baru melahirkan, tidak ‘sempurna’, terlalu banyak yang menyarankan berhenti menyusui atau memberikan asupan tambahan selain ASI. Berikut ini adalah daftar sebagian petunjuk untuk membantu Anda menilai apakah seorang tenaga kesehatan mendukung kegiatan menyusui, setidaknya cukup mendukung sehingga seandainya terjadi masalah, dia akan terus berupaya agar Anda dapat tetap meneruskan menyusui.

Mengenali Tenaga Kesehatan yang Tidak Mendukung Kegiatan Menyusui:
  1. Dia memberi Anda sampel susu formula atau brosur susu formula saat Anda hamil, atau setelah persalinan. Sampel dan brosur seperti ini adalah ajakan untuk menggunakan produk tersebut, dan membagi-bagikannya disebut pemasaran. Tidak ada bukti bahwa susu formula satu lebih baik atau lebih buruk dibandingkan susu formula yang lain bagi bayi normal. Brosur, CD, atau video-video yang mendampingi sampel-sampel itu adalah sarana untuk secara halus (yang tidak terlalu halus) meremehkan kegiatan menyusui dan mengagungkan susu formula. Kalau Anda tidak yakin, coba Anda renungkan, mengapa perusahaan-perusahaan susu formula memakai taktik saling jegal untuk memastikan bahwa dokter atau rumah sakit Anda membagikan brosur dan sampel mereka dan bukan produk perusahaan lain? Bukankah Anda seharusnya tidak heran kalau para tenaga kesehatan ini mempromosikan pemberian ASI?
  2. Dia mengatakan bahwa disusui ASI dan diminumi susu formula sama saja. Kebanyakan bayi yang minum susu formula tumbuh sehat dan aman sementara tidak semua bayi yang disusui tumbuh sehat dan aman. Tapi ini tidak berarti disusui dan diberi susu formula sama saja. Susu formula adalah tiruan kasar dari apa yang kita pahami beberapa tahun lalu tentang ASI, berarti hanya hasil perkiraan kasar tentang apa yang baru kita sibak sedikit dan terus mengejutkan kita akan kehebatannya. Sebagai contoh, telah bertahun-tahun kita tahu bahwa DHA dan ARA penting bagi perkembangan otak bayi, namun dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memasukkannya ke dalam susu formula. Namun tidak otomatis penambahan kandungan tersebut ke dalam susu formula akan menghasilkan dampak yang sama seperti kandungannya dalam ASI, karena susu formula diserap tubuh secara berbeda dari ASI. Banyaknya perbedaan antara susu formula dan ASI membawa konsekuensi-konsekuensi kesehatan penting. Banyak unsur dalam ASI tidak dijumpai dalam susu formula, walaupun kita sudah tahu selama bertahun-tahun arti penting kandungan itu bagi bayi – misalnya, zat-zat antibodi dan sel-sel yang melindungi bayi dari infeksi, faktor-faktor pertumbuhan yang membantu mematangkan sistem imunitas tubuh, otak, dan organ-organ lain. Dan menyusui tidak sama dengan memberi susu formula, ini dua jenis relasi yang sama sekali berbeda. Kalau Anda tidak mampu menyusui, itu suatu hal yang sangat disayangkan (walaupun kondisi itu hampir selalu dapat dicegah), tapi menyiratkan bahwa menyusui itu tidak penting adalah menyesatkan dan seratus persen keliru. Memang seorang bayi tidak harus diberi ASI untuk dapat tumbuh bahagia, sehat dan baik, tetapi dengan memberikan ASI sangat membantu mencapai hal tersebut.
  3. Dia mengatakan susu formula x adalah yang terbaik. Ini biasanya berarti dia telah terlalu banyak mendengarkan perwakilan perusahaan susu formula tertentu. Ini juga bisa berarti anak-anaknya paling cocok memakai susu formula itu. Ini semua berarti dia telah berprasangka tanpa dasar yang sahih.
  4. Dia mengatakan bayi baru lahir tidak perlu segera disusui karena ibu masih (akan) capek setelah bersalin dan bayi belum berminat menyusu. Memang tidak perlu, tapi menyusui segera setelah melahirkan seringkali sangat bermanfaat (lihat artikel Menyusui–Mengawali dengan Benar/Breastfeeding-Starting Out Right dan Pentingnya Kontak Kulit/The Importance of Skin to Skin Contact). Bayi dapat menyusu sementara ibunya berbaring atau tidur, walaupun sebagian besar ibu tidak ingin tidur pada momen seperti ini. Bayi baru lahir belum tentu ingin segera menyusu, tetapi hal ini bukanlah alasan untuk menghalangi mereka mendapatkan kesempatan menyusu dini. Banyak bayi mulai menyusu satu atau dua jam pasca persalinan, dan ini adalah saat yang paling kondusif untuk mengawali kegiatan menyusui dengan baik, namun mereka tidak akan bisa menyusu kalau dipisahkan dari ibunya. Jika Anda mendapati bahwa proses menimbang, mendapat tetes mata dan suntikan vitamin K bagi bayi lebih diutamakan dibandingkan pemantapan proses menyusui, maka Anda bisa mempertanyakan komitmen mereka terhadap kegiatan menyusui.
  5. Dia mengatakan bahwa tidak ada yang namanya bingung puting dan Anda sebaiknya segera mulai mengenalkan dot pada bayi supaya dia mau minum lewat dot. Mengapa buru-buru mengenalkan dot jika tidak ada yang namanya bingung puting? Berargumen seperti itu sama halnya dengan menempatkan kereta di depan seekor kuda. Dot itulah, yang tidak pernah dipakai oleh mamalia lain kecuali manusia, itu pun tidak lazim bagi manusia sebelum akhir abad ke-19, yang perlu dibuktikan apakah benar tidak berbahaya. Tapi dot tidak terbukti tidak merugikan proses menyusui. Tenaga kesehatan yang beranggapan bahwa penggunaan puting buatan tidak berbahaya adalah mereka yang berpendapat bahwa menyusu lewat dot adalah metode pemberian makan bayi yang normal secara fisiologis. Hanya karena tidak semua bayi, atau mungkin meskipun sebagian besar bayi yang diberi minum lewat dot tidak mengalami masalah menyusu, tidak berarti penggunaan puting buatan sejak dini tidak dapat mendatangkan masalah bagi sebagian bayi. Masalah-masalah menyusui seringkali disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, salah satunya bisa jadi penggunaan puting buatan, yang menambah masalah yang sudah ada.
  6. Dia menyuruh Anda berhenti menyusui karena Anda atau bayi Anda sakit, atau Anda akan menerima pengobatan atau menjalani tes medis. Ada situasi-situasi yang jarang, langka, ketika menyusui tidak bisa dilanjutkan, tapi amat sangat sering tenaga kesehatan keliru ketika beranggapan bahwa seorang ibu tidak bisa terus menyusui. Tenaga kesehatan yang mendukung kegiatan menyusui akan berupaya sedapat mungkin untuk mencegah terhentinya kegiatan menyusui (informasi di Daftar Obat bukanlah rujukan yang baik – keterangan tentang kontraindikasi disusun oleh perusahaan obat atas pertimbangan tanggung jawab hukum bukannya memikirkan kepentingan ibu dan bayi). Ketika ibu harus mengkonsumsi obat, tenaga kesehatan akan mencoba memakai obat yang tidak menuntut ibu berhenti menyusui (faktanya, sangat sedikit obat yang mengharuskan ibu berhenti menyusui). Amat sangat jarang terjadi hanya ada satu jenis obat yang bisa dipakai untuk kasus tertentu. Jika pilihan pertama tenaga kesehatan adalah obat yang menuntut Anda berhenti menyusui, Anda berhak kuatir bahwa dia tidak mempertimbangkan pentingnya menyusui.
  7. Dia terheran-heran saat mengetahui bayi Anda yang berusia 6 bulan masih menyusu. Banyak tenaga kesehatan berpendapat bahwa bayi harus minum susu formula setidaknya sampai usia 9 bulan bahkan sampai 12 bulan (dan sekarang setelah perusahaan-perusahaan susu formula menjual susu formula untuk anak berusia sampai 18 bulan bahkan tiga tahun, sebentarv lagi beberapa tenaga kesehatan akan mendorong para ibu memakai susu formula selama tiga tahun), tapi sekaligus mereka meyakini bahwa ASI dan menyusui tidak perlu lagi dan bahkan merugikan jika dilanjutkan lebih dari 6 bulan. Mengapa yang tiruan lebih baik daripada yang asli? Tidakkah seharusnya Anda bertanya-tanya dasar makna tersirat dari penalaran ini? Di sebagian besar tempat di dunia, menyusui sampai anak berumur dua atau tiga tahun dianggap umum dan normal, meskipun, akibat pemasaran formula yang gencar, makin lama makin tidak lazim.
  8. Dia mengatakan bahwa setelah 6 bulan kandungan gizi dalam ASI sudah tidak ada. Sekalipun misalnya hal ini benar, menyusui masih bermanfaat untuk ibu dan bayi. Menyusui adalah interaksi istimewa antara dua orang yang saling mengasihi, sekalipun tidak ada air susu yang dihasilkan. Tapi pendapat tenaga kesehatan itu tidak benar. ASI tetaplah susu, di dalamnya masih terkandung lemak, protein, kalori, vitamin-vitamin dan tentunya zat-zat antibodi dan unsur-unsur lain yang melindungi bayi dari berbagai infeksi, sebagian lebih banyak jumlahnya daripada saat bayi masih kecil. Siapa saja yang menyampaikan pendapat seperti itu kepada Anda pasti tidak tahu informasi dasar tentang menyusui.
  9. Dia mengatakan jangan pernah membiarkan bayi menyusu sampai tertidur. Mengapa tidak? Kalau bayi juga bisa tertidur tanpa menyusu itu bagus, tapi salah satu keuntungan menyusui adalah Anda punya cara mudah untuk menidurkan bayi yang lelah. Para ibu di seluruh dunia sejak era munculnya mamalia telah melakukan itu. Salah satu kenikmatan besar menjadi orangtua adalah membiarkan seorang anak tertidur dalam pelukan Anda, merasakan kehangatan tubuhnya sementara rasa kantuk melelapkannya. Hal tersebut juga merupakan salah satu kenikmatan menyusui, baik bagi ibu dan mungkin juga bayi, ketika bayi bisa jatuh tertidur saat menyusu.
  10. Dia mengatakan sebaiknya Anda tidak ikut tinggal di rumah sakit untuk menyusui bayi Anda yang sedang sakit, karena lebih penting Anda istirahat di rumah. Istirahat memang penting, dan rumah sakit yang mendukung menyusui akan mengatur sedemikian rupa sehingga Anda dapat istirahat sambil tetap tinggal di rumah sakit untuk menyusui bayi Anda. Kebutuhan bayi sakit untuk menyusu tidak kurang dari kebutuhan menyusu bayi sehat, sebaliknya mereka butuh lebih banyak disusui.
  11. Dia tidak berusaha memberikan bantuan saat Anda mengalami kesulitan menyusui. Hampir semua masalah dapat dicegah atau diatasi, dan hampir selalu jawaban terhadap masalah menyusui bukanlah memberikan susu formula. Sayang sekali, banyak petugas kesehatan, khususnya dokter dan bahkan dokter anak sekalipun, tidak tahu cara yang tepat untuk membantu. Tapi masih ada bantuan tersedia di luar sana. Berkeraslah untuk memperoleh solusi. “Tidak harus menyusui untuk menjadi ibu yang baik” memang benar, tapi kalimat itu bukanlah jawaban bagi masalah menyusui.

Written and Revised by Jack Newman, MD, FRCPC 1995-2005 Revised 2008