Kamis, 25 April 2013

Selasa, 23 April 2013

Panduan MPASI (Food Combining)


Berikut adalah panduan MPASI food combining dari Bapak Wied Harry Apriadji :

Buah Segar sebagai Makanan Pertama Bayi
Buah segar menjaegdi pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.

Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna. Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu bayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gr setiap kali makan) dan diencerkan.

Pada tahap awal pemberian makanan pendamping ASI, anda bisa mengencerkan pure buah lebih cair dari resep. Tambahan cairan bisa lebih banyak dari jumlah jus buah, kemudian secara bertahap kurangi jumlah cairan hingga sesuai resep. Biasanya,bayi perlu menyesuaikan diri selama 4-5 hari * Namun dalam milis Gizi Bayi Balita, Pak Wied pun menjelaskan bahwa pengamatan 4-5 hari itu pengamatan maksimum untuk pemberian/pengenalan 1 jenis makanan baru, sebenarnya cukup 2-3 hari untuk tiap 1 jenis makanan baru. Selain untuk menghindari bosan, pengamatan ada tidaknya reaksi alergi (ruam kulit, muntah, diare) terhadap bahan makanan tertentu pada umumnya muncul dalam 24 jam * Walaupun demikian, patokan ini tidak mutlak karena keterampilan makan setiap bayi tidak sama. Ada bayi yang bisa langsung menyantap pure buah dengan kepekatan seperti resep.

Buah merupakan sumber vitamin C, salah satu jenis vitamin yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh bayi. Betakaroten (provitamin A) juga banyak tersimpan dalam buah, terutama buah berwarna merah atau jingga seperti semangka merah, jambu biji merah, dan pepaya. Vitamin C dan betakaroten termasuk antioksidan kuat yang mempercepat pemulihan gangguan kesehatan pada bayi. Avokad berlimpah asam lemak omega 3, salah satu jenis lemak sehat yang baik untuk perkembangan otak bayi dan kecerdasannya. Buah yang aman dikonsumsi bayi sebagai pendamping ASI sbb :
  • Jeruk : Jeruk baby, Jeruk orange, jeruk keprok manis
  • Jambu biji: Sebaiknya pilih jambu biji merah karena lebih kaya betakaroten
  • Pepaya
  • Avokad
  • Melon: Melon hijau, melon jingga
  • Semangka : Semangka merah, semangka kuning
  • Apel manis contohnya apel merah Red Delicious
  • Pir Manis contohnya pir Yangli
  • Pisang: Pisang ambon
  • Mangga Manis: Mangga madu,mangga arumanis,mangga manalagi

Gula dan garam
Hindari menambahkan gula ke dalam jus atau pure buah. Biarkan bayi mengenali keragaman cita rasa manis asli buah. Gula mematikan cita rasa dasar buah sehingga bayi tidak memiliki kekayaan perbendaharaan citarasa makanan. Tidak menambahkan gula juga penting untuk melatih kepekaan saraf perasa bayi agar kelak tidak menjadi ketagihan gula dan makanan manis. Selain tidak berguna (karena rasa jus/pure buah sudah manis), gula hanya akan membebani kerja pankreas dan hati (liver) bayi anda.

Nasi & Sayuran, sumber karbohidrat kompleks
Setelah buah-buahan segar, secara bertahap pencernaan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain, yaitu pati (nasi,kentang,dan makanan pokok lainnya) serta serat (beragam sayur-sayuran). Jika buah mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna,beras dan makanan pokok lainnya mengandung karbohidrat kompleks yang proses pencernaaannya lebih rumit. Sayuran juga mengandung serat, salah satu jenis karbohidrat yang tidak tercerna.

Pada tahap awal pengenalan nasi dan sayuran, sebaiknya tidak ditambah protein hewani. Sama seperti makanan pokok, proses pencernaan sumber protein hewani terutama daging sapi dan daging ayam cukup rumit. Oleh karena itu, biarlah bayi mengenai citarasa makanan secara bertahap. Selain itu, agar organ pencernaannya tidak bekerja berat mencerna pati dan protein hewani sekaligus.

Jika pada tahap ini Anda menginginkan tambahan protein dalam makanan bayi, Anda bisa menambahkan sumber protein mudah cerna, yaitu tempe yang dihaluskan. Protein tempe telah diuraikan oleh kapang (jamur) tempe menjadi asam amino sederhana yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh bayi. Kelebihan lain tempe mengandung zat antidiare.

Selain menjadi sumber serat, sayuran merupakan pemasok beragam mineral dan vitamin. Sayuran berlimpah zat besi, kalsium dan betakaroten yang merupakan zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Manfaat utama serat adalah membantu membuang kotoran kaya zat-zat sampah yang bisa membahayakan kesehatan. Asupan sayuran juga menyumbang kecukupan serat yang penting untuk pertumbuhan bakteri-bakteri baik dalam usus bayi. Walaupun serat sayuran penting untuk bayi, sebaiknya sayuran dipilih yang tidak mengandung serat berlebihan.

Lazimnya, nasi dan makanan pokok lain serta sayuran diberikan pada bayi setelah berusia 7 bulan. Berikut ini makanan pokok yang dapat diberikan pada bayi :


Makanan sumber pati

  • Nasi: beras merah,beras putih (utk beras merah harus direndam 4jam sebelum dimasak)
  • Kentang
  • Ubi jalar: Ubi jalar merah, ubi jalar ungu
  • Singkong: Singkong mentega/kuning
  • Jagung segar: Jagung manis, jagung biasa
  • Makaroni: Makaroni elbow / bengkok mini
  • Mi kering: Pilih kualitas bagus tanpa pewarna (sebaiknya dari produsen terpercaya)
  • Havermut : quick cooking oats
  • Roti :Sebaiknya pilih roti wholewheat (roti gandum)
  • Labu kuning : Labu kuning biasa, labu kuning jepang (kabocha)

Sayuran yang aman diberikan pada bayi
  • Bayam (merah ataupun hijau)
  • Kangkung: Kangkung akar/kangkung cabut muda
  • Wortel
  • Tomat : Tomat merah
  • Brokoli
  • Kembang kol
  • Buncis: Buncis muda atau buncis baby
  • Kacang polong segar/beku


Makanan hewani & polong-polongan, sumber protein
Bahan makanan sumber protein baik yang hewani maupun nabati diperkenalkan paling akhir (setelah bayi benar-benar terampil makan). Biasanya, makanan ini diberikan setelah bayi berusia 8 bulan. Awalnya berupa bubur saring. Selanjutnya, bayi diberi nasi tim setelah berusia 9 bulan dan sudah tumbuh gigi. Jika setelah 9 bulan bayi Anda belum tumbuh gigi, lanjutkan pemberian bubur saringnya.

Menginjak usia 8 bulan, organ pencernaan bayi sudah bisa dilatih mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, seperti protein hewani. Dalam kelompok sumber protein hewani hanya yoghurt khusus bayi, yoghurt tawar (plain yoghurt) ---- dalam milis mpasirumahan direkomendasikan merk Yummy ---- , keju alami (natural cheese) dan tempe yang mudah cerna karena kandungan proteinnya sudah dicerna oleh bakteri dan kapang (jamur).

Berikut ini sumber protein yg aman utk bayi
  • Telur : Terutama kuning telur
  • Hati : Hati ayam, hati sapi
  • Daging ikan : Ikan kakap, ikan salmon, ikan gindara,
  • Ikan marlin, ikan tenggiri
  • Daging ayam: Pilih bagian dada, buang kulit dan lemaknya
  • Daging sapi : Pilih yang tidak berlemak dan empuk, yaitu bagian has dalam (sirloin) dan has luar (tenderloin)
  • Keju:Pilih keju alami (natural Cheese) yang muda. Kalau susah mencari keju muda, pilih keju yang rendah kadar garamnya, mis merk Prochiz atau Diamond. Itupun tidak diberikan sering, hanya sesekali dalam jumlah sangat sedikit.
  • Kacang merah: kacang merah segar, kacang merah kering
  • Kacang hijau : Kacang hijau berkulit, kacang hijau kupas (sebaiknya direndam hingga mengembang 4-6 jam)
  • Kacang tolo
  • Tempe : Pilih tempe segar, hindari yang sudah berbau amoniak (diparut pelan2 menggunakan parutan kelapa, diserut hati-hati sambil ditekan menggunakan serutan keju atau dicincang halus, dimasak hingga empuk)
  • Tahu: Pilih tahu putih tanpa pewarna, tanpa bahan pengenyal dan masih baru (bayi sangat sensitif terhadap kerusakan tahu yang mengakibatkan diare)

Jadwal pemberian makanan pendamping ASI
Umur bayi vs Jenis makanan vs Frekuensi pemberian pendamping ASI
  • 6-7 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1-2 kali (dikonsumsi ketika perut kosong agar penyerapan nutrisi optimal, yaitu setelah bangun tidur)
  • 7-8 bln ASI Sesuka bayi , Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1-2 kali
  • 8-9 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1 kali, Bubur saring 2 kali
  • 9-10 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur Saring 1 kali, Makanan Tim 2 kali
  • 10-12 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Makanan tim 3 kali, Makanan selingan 1-2 kali

***

Sumber:
Apriadji, Wied H. 2006. VARIASI MAKANAN SEHAT BAYI. Jakarta : Puspa Swara

Cara Menyimpan MPASI : Membekukan, Mencairkan, Memanaskan


Untuk menghemat waktu & tenaga dalam penyimpanan makanan bayi, terutama working mom, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak.

Cara Penyimpanannya
setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan * sekarang siy dah ada baby cubes * :)
  1. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.
  2. Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan lalu diberikan lagi malamnya. Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita. Bekas air liur bayi akan menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri. Agar tidak mubazir, ambil makanan dalam porsi sedikit.
  3. Jika memerlukan tambahan, ambil makanan dari wadahnya menggunakan sendok yang bersih.
  4. Jangan pernah meninggalkan makanan yang belum ataupun sudah dimasak di atas meja dengan suhu ruangan lebih dari satu jam
  5. Tempelkan label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan sebelum memasukkannya dalam pembeku.
  6. Atur kemasan sedemikian rupa agar yg berada di deretan terdepan/ atas adalah kemasan makanan yg paling lama.
  7. Makanan beku harus berada pada temperatur 0 derajat atau kurang dari 0 derajat.
  8. Makanan di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yg bervariasi, dari 1 sampai 3 bulan; namun sebaiknya makanan bayi yg sudah dibekukan digunakan dlm waktu maksimal 1 bulan.
  9. Makanan beku yg sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.
  10. Makanan yg sudah disiapkan dan dimasak harus disimpan di lemari es maksimal 48 jam, setelah itu harus langsung dimakan atau dibekukan atau dibuang.
  11. JANGAN PERNAH MEMBEKUKAN MAKANAN DALAM WADAH KACA.
  12. Panduan bahan makanan yang bisa dibekukan dapat dilihat dihttp://www.wholesomebabyfood.com/baby-food-freezing-chart.htm#nogo

Botol bekas makanan bayi tidak dibuat untuk dibekukan di lemari es.
Wadah yg tidak secara khusus dibuat untuk pembekuan kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan2 yg teramat sangat kecil, selain itu juga ada kemungkinan botol tersebut bisa pecah secara tiba-tiba. Walaupun banyak orang tetap menggunakan botol bekas tersebut, kami tidak menyarankan penggunaannya dengan alasan apapun! Lagipula, anda kan membuat sendiri makanan bayi karena anda ingin bayi anda dengan alasan dan agar dia mendapatkan nutrisi terbaik, lalu mengapa anda mengambil resiko dengan membekukan makanan di dalam botol tersebut? Di pasaran banyak terdapat botol kaca yg memang dibuat untuk disimpan di freezer dan wadah-wadah tersebut sama sekali tidak berbahaya.

Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan
  1. Untuk mencairkan makanan secara perlahan, tempatkan (porsi) makanan yg akan dikonsumsi anak Anda hari itu dalam kulkas (bukan bagian pembeku). Makanan akan mencair dalam beberapa jam.
  2. Untuk mencairkan makanan secara cepat, gunakan steamer atau pemanas elektrik atau letakkan makanan beku dalam pinggan tahan panas, rendam pinggan dalam wadah berisi air panas atau dalam panci lalu panaskan dengan api kecil.
  3. Apabila harus menghatkan makanan menggunakan microwave, perhatikan bahwa panasnya merata sehingga terhindar dari hot pockets (panas di bagian tempat saja). Caranya, panaskan makanan lalu aduk-aduk rata, panaskan lagi sebentar. Sebelumnya tes jika anda menggunakanmicrowave untuk mencairkan atau memanaskan makanan, pastikan anda mengaduk rata makanan untuk menghindari hot pockets (bagian tertentu panas sementara bagian lain tidak panas).
  4. Apapun metode memanaskan dan mencairkan makanan yg anda gunakan, aduklah makanan dengan rata dan cicipi menggunakan jari anda agar memastikan makanan tersebut tidak terlalu panas untuk anak anda. Sebelum menghidangkan makanan, teteskan sedikit makanan pada jari anda utk memastikan makanan tidak terlalu panas sehingga membakar lidah dan mulut anak.



Cara Menghindari Bahaya Tersedak Makanan
Kenali makanan yg bisa mengakibatkan anak anda tersedak, biasanya makanan keras, halus, licin, kenyal dan bulat penuh. Mis: anggur, permen, kacang goreng, buah beri, buah ceri, popcorn, sosis, potongan daging (mis sate), buah berbiji, buah atau sayuran mentah dan juga selai kacang. Perkenalkan jenis-jenis makanan tersebut sesuai usia yg direkomendasikan. Selalu awasi anak saat makan, untuk menghindari bahaya tersedak saat makan. Jangan makan dan memberikan makanan didalam mobil atau kendaraan yg sedang bergerak. Potong makanan sesuai ukuran dan kemampuan anak. Jika anak sudah memiliki beberapa buah gigi, pastikan makanan yg diberikan lunak dan mudah dikunyah.


Sumber:

Lapis Kabocha (1y+)



Bahan:
* 400 g labu kuning, kupas, iris tipis, rebus dengan sedikit air hingga lunak
* 1 sdm mentega
* 1 sdm bawang bombai cincang
* 1 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
* 100 g daging ayam giling
* 100 g bayam merah, haluskan
* 300 ml susu cair (3 takar susu formula, larutkan dalam 300 ml air hangat)
* 2 btr telur ayam, kocok lepas
* 50 g keju, parut
* 1/2 sdt merica bubuk
* 1 sdt garam (secukupnya)
Cara Membuat:
* Panaskan mentega, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga layu, masukkan daging ayam, tumis hingga berubah warna.  
* Tuangkan susu, telur, keju, merica, bayam merah, dan garam, masak sejenak.
* Tata labu kuning dalam pinggan tahan panas, lapis dengan tumisan ayam, tambahkan adonan susu lagi, lapis dengan tumisan ayam, hingga paling atas adalah irisan labu kuning
* Panggang yang matang.  Angkat. Sajikan selagi hangat.

Untuk 4 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 176 Kkal
Protein: 10,8 g
Lemak: 8,2 g
Karbohidrat: 15,8 g

Sumber : Tabloid Nakita

Tim Saring Telur (7m+)




Bahan-bahan:
  • beras 20 gram
  • air 625cc
  • tempe 25 gram
  • daun kangkung 25 gram
  • tomat 25 gram
  • kuning telur ayam 1
  • santan kental 1 sdm
  • keju sedikit
Cara Memasak:

  1. Iris kasar daun kangkung
  2. Satukan beras, air dan tempe
  3. Rebus hingga menjadi bubur
  4. Masukkan tomat dan kangkung – tunggu hingga matang
  5. Masukkan kuning telur dan santan sambil terus mengaduk tim. Beri keju
  6. Dinginkan
  7. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat

Senin, 22 April 2013

Sarung Tangan Bayi, Perlukah???


Membawa pulang bayi baru dari rumah bersalin biasanya heboh dengan segala pernik pelindung bayi. Sarung tangan, kaus kaki, dan topi. Perlukah itu semua?

Terkadang penggunaan sarang tangan, kaus kaki, topi, dan selimut untuk bayi adalah agar bayi lebih hangat  dan nyaman. Namun ada pula batasan-batasan penggunaannya untuk perkembangan si bayi itu sendiri.

Sarung tangan. Sarung tangan bayi biasanya bertujuan untuk melindungi dan menghindarkan kulit muka bayi dari luka goresan kuku panjangnya. Perhatikan:
Sebaiknya sarung tangan tidak dipakaikan terlalu lama.
Penggunaannya hanya bila cuaca atau suhu dingin.
Gunakan bila tangannya terlihat aktif meraba mukanya.
Pemakaian yang terlalu lama bisa mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari bayi. Ia tidak bisa merasakan sensasi dari benda yang dipegangnya.
Pilihlah kaus tangan yang terbuat dari bahan yang halus.

Kaus kaki. Kaus kaki biasanya lebih sering digunakan oleh bayi. Perhatikan:
Kaus kaki terbuat dari bahan yang halus dan lembut.
Pada musim hujan dan suhu sedang dingin, bisa gunakan kaus kaki dari bahan wool.
Jangan sampai ada benang yang terlepas pada bagian dalam kaus kaki, karena jari kaki bayi bisa terlilit.
Karet di lingkar kakinya jangan terlalu ketat, karena dapat mengganggu peredaran darahnya.
Pilihlah kaus kaki yang masih menyisakan ruang kurang lebih 0,5 – 1,5 cm, agar kaki bayi bisa leluasa bergerak. Jaga kebersihan kakinya. Jangan biarkan bayi memakai kaus kaki seharian penuh, karena bisa mengundang jamur tumbuh. Beri kesempatan kaki bayi terkena udara.

Topi. Bayi banyak mengeluarkan panas tubuh melalui kepalanya. Karena itu, salah satu cara menjaga agar tubuhnya tetap hangat adalah dengan menutup kepalanya. Perhatikan:
Gunakan topi ketika cuaca atau suhu udara dingin, serta ketika membawa bayi keluar rumah.
Pilihlah topi yang terbuat dari bahan yang lembut dan halus, serta memungkinkan terjadi pertukaran udara. Penggunaan topi jangan terlalu lama.

Orangtua perlu memenuhi kebutuhan stimulasi anak sejak usia nol karena pengaruhnya besar terhadap perkembangannya. Baik perkembangan motorik halus, kasar, gerakan seperti duduk, berdiri, berjalan, hingga bahasa. 

"Agar anak bisa berkembang optimal, pengasuh dalam hal ini orangtua, maupun pengasuh anak lainnya perlu merangsang memberikan stimulasi. Kalau tidak perkembangannya bisa terhambat," jelas dokter spesialis anak, Dr Soedjatmiko, SpA(K) di sela peluncuran Dancow Parenting Center-Modul "Raising a Life Ready Generation"dan Duta DPC di hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Jika stimulasi yang diberikan tepat, perkembangan anak pun berjalan normal yang kemudian akan berpengaruh jangka panjang seperti kemampuan anak dalam berpikir juga berdampak pada kreativitas anak kelak.

Tugas orangtua adalah memastikan anak sejak bayi tak mengalami hambatan stimulasi. Salah satu kebiasaan sederhana yang kerap dilakukan orangtua terhadap bayi, bisa menghambat stimulasi. Seperti terlalu sering menggunakan sarung tangan bayi, yang membuat si kecil tak bisa menggunakan tangannya untuk meraba, menggenggam, dan berbagai aktivitas lain yang dapat menstimulasinya, dan memengaruhi perkembangannya.

"Bayi jangan pakai sarung tangan agar bisa belajar memegang. Apa alasan pemakaian sarung tangan kembali kepada orangtuanya. Kalau khawatir kulit bayi terkena kukunya, ya sebaiknya gunting kuku lebih tertatur, bukan dengan memakaikannya sarung tangan. Proses pembelajaran meraba, memegang perlu dilakukan bayi sejak usia nol," jelasnya.

Menurut Dr Soedjatmiko, pengasuh anak (ayah, ibu, keluarga, pengasuh bayi) perlu memahami tugasnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan bayi. Ia melanjutkan, kesalahan pengasuh (orangtua) dalam pengasuhan, yang umum terjadi, adalah tidak mengerti cara memenuhi kebutuhan anak baik fisik, stimulasi, dan kasih sayang.

Waktu bayinya msh newborn suka dipakein sarung tangan ga? Skrg udh ga tll rekomen lg loh, mau tau knp? 
(1) Inget ga waktu #IMD, bayi mencium2 dan mengulum tangannya yg msh bau air ketuban, sbg panduan mencari puting ibunya?
(2) Tnyt dr sejak lahir tangan2 mungil seorang bayi memainkan peran yg lmyn ptg dlm proses #menyusui loh 
(3) Di masa2 awal pasca kelahiran, pasangan ibu & bayi jg dianjurkan utk sering2 skin2skin, terutama pd saat sdg #menyusui
(4) Saat akan menyusu, bayi bljr dan mengorientasikan diri di payudara ibunya melalui sentuhan tangannya, meraba, meremas, mengusap
(5) Melalui sentuhan skin2skin tangan bayi & payudara ibu, bayi akan membiasakan diri dgn sensasi payudara ibunya; “this is my mom’s breast”
(6) Tangan2 mungilnya jg akan membantu bayi utk menemukan posisi&pelekatan yg plg nyaman utk dia saat sdg menyusu; “lead the way baby” :*
(7) kl bayi lg laper tangannya mengepal, tp saat sdg menyusu dgn efektif lama2 tangannya relax & terbuka: u can’t see kl terbungkus sarung
(8) Lagian, kl lagi #menyusui sambil memandang dan mengelus & menciumi jari2 mungil itu, percaya deh…ldr terus…hehehe 
(9) Tapi kuku bayi kan panjang, takut mencakar mukanya sendiri, when it’s safe kukunya digunting, lagian bayi baru lahir lbh byk tidurnya 
(10) U need hands to touch and explore (tactile exploration), esp for babies, kalaupun mau pake sarung tangan, batasi when & where nya 
(11) Okay, mudah2an sdkt tips ini bs bantu  happy #breastnurturingmoms…yuk, mulai kita elus & ciumi jari2 mungil itu 


Sumber :
Female Kompas

Jumat, 19 April 2013

Bubur Kentang Ati



Bahan:
50 gram beras aron
100 gram kentang – dipotong kotak kecil
10 gram ati sapi atau ati ayam – dipotong kotak
50 gram bayam – diiris halus
1 siung bawang putih – dicincang halus
1 batang daun seledri – dicincang halus
1/4 sendok teh keju parut
500 ml kaldu sapi
Cara membuat:
  1. Rebus kaldu, aron, dan bawang putih
  2. Setelah berasnya merekah, tambahkan kentang, seledri, dan ati sapi/ayam
  3. Masak, sambil diaduk.
  4. Setelah mengental, masukkan bayam dan keju. Aduk lalu angkat, dan sajikan hangat.
Untuk : 2 porsi

Cemilan 1y+ : Kue Kismis


Bahan:
  • 150 g mentega
  • 75 g gula bubuk
  • 1 sdm susu cair
  • 1/2 sdt esens vanili
  • 100 g kismis dan sukade atau ceri
  • Ayak jadi satu:
  • 210 g tepung terigu
  • 1 sdm susu bubuk
  • 1 sdt baking powder
  • 1/4 sdt soda kue
Cara Membuat:
  • Kocok mentega, gula, susu dan vanili hingga lembut.
  • Tambahkan campuran terigu,aduk rata.
  • Masukkan manisan buah, aduk rata.
  • Bentuk tiap 50 g adonan menjadi bulat pipih.
  • Susun di loyang datar. Panggang dalam oven panas 180 C selama 25 menit.
  • Angkat dan dinginkan.
Sajian untuk 10 porsi.

sumber : http://food.detik.com/readresep/544/1348?d991101284

Takaran Dalam Membuat Makanan


*Singkatan-singkatan dalam takaran*
@ sdm = sendok makan
@ sdt = sendok teh
@ gr = gram
@ kg = Kilogram
@ btg = batang
@ bks = bungkus
@ btr = butir
@ ml = mililiter
*Ukuran takaran dengan Cup*
1 cup = 1 cangkir = 16 sdm
1 sdm = 15 gram
1 cup = 250 cc = 250 ml
Tepung terigu 1 cup = 140 gram
Gula pasir 1 cup = 225 gram
Gula halus 1 cup = 160 gram
Gula palem 1 cup = 140 gram
Maizena 1 cup = 125 gram
Sagu/kanji 1 cup = 125 gram
Tepung beras 1 cup = 110 gram
Tepung roti 1 cup = 115 gram
Almond bubuk 1 cup = 170 gram
Kismis 1 cup = 190 gram
Kenari cincang 1 cup = 150 gram
Mete cincang 1 cup = 160 gram
Havermout 1 cup = 90 gram
Mentega/Margarine 1 cup = 200 gram
Minyak goreng 1 cup = 220 gram
Coklat bubuk 1 cup =112 gram

*Ukuran Gelas Belimbing*

1 gelas tepung terigu = 130 gr
1 gelas gula pasir = 230 gr
1 gelas gula halus = 180 gr
1 gelas mentega = 210 gr
1 gelas air/ susu encer = 250 cc
*Ukuran Sendok Makan*
1 sdm peres = 3 sdt
1 sdm peres gula pasir = 15 gr
1 sdm peres gula halus = 12 gr
1 sdm peres tepung terigu = 8 gr
1 sdm peres maizena = 12 gr
1 sdm peres margarin = 15 gr

ASIP : ASI Perah


Ketika cuti melahirkan sudah habis, ibu bekerja harus kembali ke kantor dan meninggalkan si kecil di rumah. Akan tetapi karena masih menyusui, satu-satunya cara untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah membuat stok ASI dengan memerasnya. Nah, yang perlu Anda perhatikan kemudian adalah di mana Anda harus menyimpan ASI perah ini.

Karena ASI tidak disimpan pada "tempat" yang sebenarnya, Anda harus memastikan ASI tetap terjaga kesegarannya dengan melakukan langkah-langkah berikut:


1. Selalu cuci tangan dan kuku lebih dulu sebelum memerah ASI. Saat memerah ASI, pastikan Anda menggunakan wadah yang bersih (higienis), terutama jika Anda memerah secara manual dengan tangan. Tetapi jika menggunakan pompa ASI, umumnya wadah higienis ini sudah tersedia. 

2. Perhatikan waktu memerah ASI. Setelah diperah, ASI hanya bisa bertahan selama enam jam saja. Jika tak disusukan dalam waktu enam jam, sebaiknya masukkan ke dalam lemari es.
3. ASI perasan harus dijaga agar tetap dingin, bahkan ketika dibawa bepergian. Gunakan saja termos es yang berisi es batu atau tas kecil yang khusus untuk menjaga kondisi tetap dingin (tas es krim).
4. Jika tak disusukan dalam waktu 48 jam sejak dipompa, ASI perasan harus dibekukan. Namun bekukan secara bertahap, awali dengan mendinginkan ASI dalam lemari es kemudian bekukan dalam freezer.
5. Jangan mencampur ASI hasil perasan yang baru dengan yang lama.
6. Cantumkan label yang berisi tanggal dan jam pemompaan pada ASI yang dibekukan. Bila akan digunakan, hangatkan terlebih dulu. Namun jangan panaskan ASI dalam microwave. Keluarkan ASI beku dari freezer ke pendingin sampai mencair, kemudian keluarkan dari pendingin dan biarkan sampai mencapai suhu ruang. Setelah itu baru dihangatkan. Cara ini akan membantu menjaga kualitas ASI agar tak rusak karena perubahan suhu yang terlalu ekstrim.
7. Hangatkan ASI perahan dengan cara mengaliri botol susu dengan air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran atau teko. Cara lain untuk menghangatkannya adalah merendam botol ASI dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas. 
8. Teteskan ASI yang sudah dihangatkan pada tangan untuk mengecek suhu ASI sebelum disusukan ke bayi. Suhu ASI tidak boleh lebih hangat dibanding suhu tubuh. 


"Ketika memberi ASIP, sebaiknya Anda tidak menggunakan dot. Penggunaan dot saat memberikan ASIP akan menyebabkan bayi mengalami gejala bingung puting," ungkap Inna Banani dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam kelas New Parents Academy di Jakarta, beberapa waktu lalu. Daripada menggunakan dot, lebih baik Anda mencari alternatif lain untuk memberikan ASIP kepada si kecil. Misalnya, dengan cangkir atau gelas kecil, pipet, sendok,softcup feeder, botol dengan sendok di ujungnya, atau sippy cup (gelas dengan sedotan ditutupnya).
"Adanya usaha bayi untuk mendapatkan ASIP dengan metode sendok dan gelas ini akan membuat bayi sedikit berjuang untuk mendapatkan ASIP. Pergerakan dan perjuangan bayi mendapatkan susu ini akan memengaruhi otot wajah dan merangsang kemampuan bicaranya," tutup Inna.

Agar lebih mudah memberikan ASIP kepada si kecil, ikuti saran berikut ini:
1. Pangku bayi dalam posisi setengah duduk, kemudian tempelkan pinggir cangkir atau sendok kecil berisi ASIP pada bibir bawah bayi.
2. Sebaiknya Anda hanya menempelkan sendok kecil atau cangkir pada bibir. Cara ini akan membuat bayi berusaha untuk mendapatkan ASIP sama seperti saat ia menyusu langsung pada Anda. Biarkan bayi minum sendiri dengan bantuan dan dorongan lidahnya.
3. Hindari menuangkan ASIP ke dalam mulut bayi karena kemungkinan bayi tersedak akan jadi lebih tinggi. Selain itu menuangkan ASIP ke dalam mulut bayi tidak akan membantu pembentukan struktur giginya dengan baik.

Apakah kualitas ASI yang disimpan dilemari es sama dengan ASI yang langsung disusui? Jika ya, zat apa yang berkurang? 

Jawab: Kualitas keduanya memang berbeda. ASI yang diberikan langsung memiliki zat gizi, termasuk vitamin, maupun zat kekebalan tubuh yang lebih tinggi dan lebih baik dibanding ASI perah dan telah disimpan.

Beberapa penelitian memperlihatkan kandungan vitamin A, D dan E dalam ASI masih relatif lebih stabil jika disimpan selama seminggu dan pada suhu  -20 °C (membeku), sedangkan kandungan vitamin C relatif lebih cepat berkurang, demikian pula dengan kandungan zat kekebalan tubuh.

Walau kandungan zatnya berkurang seiring makin lamanya penyimpanan, namun jumlah semua zat pada ASI tersebut tetap masih dalam batas nilai yang telah ditetapkan secara internasional dan baik diberikan pada bayi. ASI yang sudah disimpan dan kemudian dihangatkan sebaiknya digunakan dalam 24 jam dan tidak disimpan kembali.

Memerah ASI dengan tangan.
Sebelum mulai memerah ASI, kompres payudara Ibu dengan air hangat agar otot-otonya melunak. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memerah ASI. Persiapkan peralatan yang diperlukan seperti baskom bersih untuk tempat ASI perahan dan kain bersih untuk lap. Selanjutnya segeralah memerah ASI dengan cara :
Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari bagian atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh, termasuk bagian bawah payudara.
Langkah berikutnya, tekan perlahan-lahan pada area di belakang areola (kulit berwarnya gelap diseputaran puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
Tekan kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah pucuk puting agar mengeluarkan ASI Ibu. Berhati-hatilah ketika menekannya, ASI bisa dapat memancar ke segala arah.

Cara Menyimpan Asi dengan pompa elektrik.
Dengan pompa ASI, Ibu bisa memerah dengan lebih cepat dan mudah dibanding menggunakan tangan. Kendurkan otot dan saluran ASI di payudara dengan menaruh handuk hangat kuku di atas payudara bisa juga dengan mengurut-urut sebelumnya dan pastikan pompa yang akan digunakan sudah disterilkan sebelum dipakai.Lamanya memompa ASI sangat bergantung pada pompa yang ibu digunakan. Pemerahan ASI bisa mencapai waktu antara 15/45 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Menyimpan ASI perah.
Simpan ASI di lemari es bawah atau di bagian pembeku freezer. Sekali dihangatkan, semua ASI yang tersisa harus dibuang. Jangan lupa juga untuk menuliskan tanggal pada ASI yang Ibu simpan. ASI dapat disimpan selama beberapa waktu : 
72 jam di dalam kulkas.
Tiga bulan di dalam freezer (penyimpanan ini dapat mengurangi jumlah antibodi dalam ASI).

Cara mengatasi ASI yang membeku :
Rendam ASI di air panas sampai mencair seluruhnya. Periksa suhu ASI sebelum diminumkan kepada bayi Ibu dengan cara meneteskannya ke punggung tangan. Setelah itu, berikan ASI sesegera mungkin. Harap untuk diingat, jangan pernah melelehkan apalagi menghangatkan ASI di microwave karena banyak sekali terdapat zat-zat penting dalam ASI akan hancur. Bukan hanya itu saja, panas yang ditimbulkan dari microwave tidak rata, sehingga dikhawatirkan akan sangat berbahaya bagi bayi karena terlalu panas