Senin, 22 April 2013

Sarung Tangan Bayi, Perlukah???


Membawa pulang bayi baru dari rumah bersalin biasanya heboh dengan segala pernik pelindung bayi. Sarung tangan, kaus kaki, dan topi. Perlukah itu semua?

Terkadang penggunaan sarang tangan, kaus kaki, topi, dan selimut untuk bayi adalah agar bayi lebih hangat  dan nyaman. Namun ada pula batasan-batasan penggunaannya untuk perkembangan si bayi itu sendiri.

Sarung tangan. Sarung tangan bayi biasanya bertujuan untuk melindungi dan menghindarkan kulit muka bayi dari luka goresan kuku panjangnya. Perhatikan:
Sebaiknya sarung tangan tidak dipakaikan terlalu lama.
Penggunaannya hanya bila cuaca atau suhu dingin.
Gunakan bila tangannya terlihat aktif meraba mukanya.
Pemakaian yang terlalu lama bisa mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari bayi. Ia tidak bisa merasakan sensasi dari benda yang dipegangnya.
Pilihlah kaus tangan yang terbuat dari bahan yang halus.

Kaus kaki. Kaus kaki biasanya lebih sering digunakan oleh bayi. Perhatikan:
Kaus kaki terbuat dari bahan yang halus dan lembut.
Pada musim hujan dan suhu sedang dingin, bisa gunakan kaus kaki dari bahan wool.
Jangan sampai ada benang yang terlepas pada bagian dalam kaus kaki, karena jari kaki bayi bisa terlilit.
Karet di lingkar kakinya jangan terlalu ketat, karena dapat mengganggu peredaran darahnya.
Pilihlah kaus kaki yang masih menyisakan ruang kurang lebih 0,5 – 1,5 cm, agar kaki bayi bisa leluasa bergerak. Jaga kebersihan kakinya. Jangan biarkan bayi memakai kaus kaki seharian penuh, karena bisa mengundang jamur tumbuh. Beri kesempatan kaki bayi terkena udara.

Topi. Bayi banyak mengeluarkan panas tubuh melalui kepalanya. Karena itu, salah satu cara menjaga agar tubuhnya tetap hangat adalah dengan menutup kepalanya. Perhatikan:
Gunakan topi ketika cuaca atau suhu udara dingin, serta ketika membawa bayi keluar rumah.
Pilihlah topi yang terbuat dari bahan yang lembut dan halus, serta memungkinkan terjadi pertukaran udara. Penggunaan topi jangan terlalu lama.

Orangtua perlu memenuhi kebutuhan stimulasi anak sejak usia nol karena pengaruhnya besar terhadap perkembangannya. Baik perkembangan motorik halus, kasar, gerakan seperti duduk, berdiri, berjalan, hingga bahasa. 

"Agar anak bisa berkembang optimal, pengasuh dalam hal ini orangtua, maupun pengasuh anak lainnya perlu merangsang memberikan stimulasi. Kalau tidak perkembangannya bisa terhambat," jelas dokter spesialis anak, Dr Soedjatmiko, SpA(K) di sela peluncuran Dancow Parenting Center-Modul "Raising a Life Ready Generation"dan Duta DPC di hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Jika stimulasi yang diberikan tepat, perkembangan anak pun berjalan normal yang kemudian akan berpengaruh jangka panjang seperti kemampuan anak dalam berpikir juga berdampak pada kreativitas anak kelak.

Tugas orangtua adalah memastikan anak sejak bayi tak mengalami hambatan stimulasi. Salah satu kebiasaan sederhana yang kerap dilakukan orangtua terhadap bayi, bisa menghambat stimulasi. Seperti terlalu sering menggunakan sarung tangan bayi, yang membuat si kecil tak bisa menggunakan tangannya untuk meraba, menggenggam, dan berbagai aktivitas lain yang dapat menstimulasinya, dan memengaruhi perkembangannya.

"Bayi jangan pakai sarung tangan agar bisa belajar memegang. Apa alasan pemakaian sarung tangan kembali kepada orangtuanya. Kalau khawatir kulit bayi terkena kukunya, ya sebaiknya gunting kuku lebih tertatur, bukan dengan memakaikannya sarung tangan. Proses pembelajaran meraba, memegang perlu dilakukan bayi sejak usia nol," jelasnya.

Menurut Dr Soedjatmiko, pengasuh anak (ayah, ibu, keluarga, pengasuh bayi) perlu memahami tugasnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan bayi. Ia melanjutkan, kesalahan pengasuh (orangtua) dalam pengasuhan, yang umum terjadi, adalah tidak mengerti cara memenuhi kebutuhan anak baik fisik, stimulasi, dan kasih sayang.

Waktu bayinya msh newborn suka dipakein sarung tangan ga? Skrg udh ga tll rekomen lg loh, mau tau knp? 
(1) Inget ga waktu #IMD, bayi mencium2 dan mengulum tangannya yg msh bau air ketuban, sbg panduan mencari puting ibunya?
(2) Tnyt dr sejak lahir tangan2 mungil seorang bayi memainkan peran yg lmyn ptg dlm proses #menyusui loh 
(3) Di masa2 awal pasca kelahiran, pasangan ibu & bayi jg dianjurkan utk sering2 skin2skin, terutama pd saat sdg #menyusui
(4) Saat akan menyusu, bayi bljr dan mengorientasikan diri di payudara ibunya melalui sentuhan tangannya, meraba, meremas, mengusap
(5) Melalui sentuhan skin2skin tangan bayi & payudara ibu, bayi akan membiasakan diri dgn sensasi payudara ibunya; “this is my mom’s breast”
(6) Tangan2 mungilnya jg akan membantu bayi utk menemukan posisi&pelekatan yg plg nyaman utk dia saat sdg menyusu; “lead the way baby” :*
(7) kl bayi lg laper tangannya mengepal, tp saat sdg menyusu dgn efektif lama2 tangannya relax & terbuka: u can’t see kl terbungkus sarung
(8) Lagian, kl lagi #menyusui sambil memandang dan mengelus & menciumi jari2 mungil itu, percaya deh…ldr terus…hehehe 
(9) Tapi kuku bayi kan panjang, takut mencakar mukanya sendiri, when it’s safe kukunya digunting, lagian bayi baru lahir lbh byk tidurnya 
(10) U need hands to touch and explore (tactile exploration), esp for babies, kalaupun mau pake sarung tangan, batasi when & where nya 
(11) Okay, mudah2an sdkt tips ini bs bantu  happy #breastnurturingmoms…yuk, mulai kita elus & ciumi jari2 mungil itu 


Sumber :
Female Kompas

0 comments:

Posting Komentar

Hai.... Terima kasih sudah membaca tulisan saya