Jumat, 31 Mei 2013

Senin, 27 Mei 2013

Maafkan Ibu telah membentakmu..

by : dr.Mohammad Muchlis, SpA
https://www.facebook.com/groups/roomforchildren/doc/244602568903412/


Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga. Saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah.
Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, kata nurani seakan berbicara padaku :
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.

Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu." "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. "
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."

Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."
Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE,(Y)OU

Jangan biarkan kasih sayang kita terhadap suami/istri, juga anak-anak kita terkikis...
Tumbuhkanlah dan semakin perbanyaklah waktu untuk keluarga kita

(dicopas dari kumpulan kisah inspiratif)

Panduan menilai perkembangan anak dlm aspek komunikasi, interaksi sosial dan tingkah laku.

by : dr.Mohammad Muchlis, SpA
https://www.facebook.com/groups/roomforchildren/doc/235851283111874/


Bagaimana mengetahui apakah perkembangan anak ibu normal dari aspek komunikasi, interaksi sosial dan tingkah laku ?
Berikut ini ada tips-tips yang dapat digunakan untuk mengecek perkembangan anak usia 0-24 bulan.

Kemampuan yang diharapkan pada usia 0-1 bulan adalah :
  1. Waspada terhadap suara (seperti suara yang mengejutkan, membuka mata), tetapi tidak mencari sumber keributan
  2. Menangis sebelum menyusu dan segera tenang setelah mulai menyusu
  3. Biasanya tenang jika mendengar suara dan kehangatan tubuh ibunya
  4. Dapat mengikuti wajah seseorang, atau objek yang bergerak walaupun hanya sebentar
  5. Mulai tersenyum
Kemampuan yang diharapkan pada usia 2 bulan adalah :
  1. Mengikuti gerakan objek 180° dan fokus untuk beberapa saat
  2. Tersenyum dengan mengubah ekspresi wajah, pada sesuatu yang berada tidak terlalu dekat
  3. Mendengarkan suara, tertawa
  4. Bersuara huruf vokal a, e, o, u (cooing), kadang-kadang, terdengar bersuara ha, he, ehe
  5. Terlihat tenang jika mendengar suara yang dikenalnya
Kemampuan yang diharapkan pada usia 4 bulan adalah :
  1. Mengikuti objek dengan gerakan kepala lebih dari 180°.
  2. Fokus pada benda dan menunjukkan minat terhadapnya
  3. Tertawa keras, tampak tidak senang bila kontak sosial tidak menyenangkan, tertarik pada makanan
  4. Mengikuti objek dari seluruh penjuru, kanan, kiri, atas dan bawah
  5. Bermain dengan tangannya
  6. Memasukkan mainan ke dalam mulutnya
  7. Mencari arah suara, berespons ketika namanya dipanggil
Kemampuan yang diharapkan pada usia 6 bulan adalah :
  1. Babbling seperti ra, re, da, de, dadada, gegege
  2. Berkata papa, mama secara spontan, mulai mengikuti suara
  3. Malu ketika melihat wajah yang tidak dikenal, tidak selalu takut
  4. Ia tertawa ketika ibunya tertawa dan ketika melihat bayangan dirinya di kaca
  5. Berusaha meraih benda
  6. Berespons terhadap suara keras dan mendengarkan secara seksama arah suara
  7. Menatap orang atau objek termasuk yang ada di tangannya
Kemampuan yang diharapkan pada usia 9 bulan adalah :
  1. Mengerti jika dilarang
  2. Bermain cilukba
  3. Berkata mama, papa, dada, tata, menikmati berbicara banyak yang tidak diketahui maknanya (immature jargoning)
  4. Berekspresi terhadap lingkungannya dengan tersenyum
  5. Mulai takut terhadap orang yang tidak dikenal dan menangis
  6. Mendengarkan secara seksama ketika mendengar suara dan mencari sumbernya
  7. Mengamati objek sebaik mengamati orang
  8. Makan kue yang dipegangnya, minum dari cangkir, makan dari sendok
Kemampuan yang diharapkan pada usia 12 bulan adalah :
  1. Mengambil manik-manik tanpa bantuan, memberikan benda jika diminta
  2. Mengucapkan 1-3 kata seperti ham-ham, wow-wow, ga-ga
  3. Kata mama, papa sudah menunjukkan orangnya
  4. Berespons terhadap namanya sebaik terhadap kata "berikan mama..."
  5. Bermain dengan orang lain termasuk bermain bola sederhana
  6. Mengerti ketika dimarahi atau dipuji
  7. Tertawa keras atau tersenyum
  8. Senang bermain petak umpet dan menikmati melihat cermin ketika dapat mengenali dirinya
  9. Bermain dengan teman-temannya
  10. Ada kontak mata yang baik dan kontak sosial
  11. Takut hanya pada yang benar-benar ditakutinya
  12. Dapat memilih bermain dengan orang yang diinginkan dan menolak yang lainnya
Kemampuan yang diharapkan pada usia 15 bulan adalah :
  1. Meniru ibunya dan mematuhi perintah sederhana
  2. Berjalan sendiri, naik tangga merangkak
  3. Dapat mengambil pakaian
  4. Menulis semrawut jika diberi pensil
  5. Membangun menara dengan 2 kubus
  6. Mengambil mainan ke luar dari tempatnya dan mengembalikannya kembali
  7. Berkata mama dan papa secara benar, kadang-kadang mengucapkan beberapa kata
  8. Bereaksi ketika namanya dipanggil sebaik mengerti perintah ya dan tidak
  9. Menunjukkan hasrat atau keinginan dengan menunjuk atau merangkul ibunya
  10. Ia menangis dan tertawa pada saat yang tepat
  11. Bermain petak umpet dengan teman-temannya dan bermain dengan orang dewasa
  12. Makan bersama
  13. Mampu mengambil benda dari lantai
  14. Ia tidak dapat tinggal sendirian karena akan mengambil apa saja dan mencoba segala sesuatu
Kemampuan yang diharapkan pada usia 18 bulan adalah :
  1. Berlari canggung, duduk di kursi kecil, naik tangga satu tangan berpegangan
  2. Membangun manara 4 kubus, meniru garis vertikal, mengambil manik-manik dari botol
  3. Mengeluarkan 10 kata, menyebutkan gambar, mengenal 1 atau lebih bagian tubuh
  4. Makan sendiri, meminta tolong, mengeluh ngompol atau defekasi, mencium dengan kecupan
  5. Menopang dengan tangannya, membawa bola tanpa jatuh, mengelompokkan benda
  6. Meniru pekerjaan rumah tangga dan menolong jika diperintah dengan perintah sederhana
  7. Menyentuh dan membedakan benda dan permukaan
  8. Bermain dengan konsentrasi yang baik dan fantasi
  9. Kata-katanya mudah dimengerti
Kemampuan yang diharapkan pada usia 24 bulan adalah :
  1. Berlari dengan baik, naik turun tangga satu demi satu langkah, membuka pintu, memanjat perabotan, meloncat, menendang bola kecil
  2. Membangun menara dengan 7 kubus, meniru garis horizontal dan lingkaran, meniru melipat kertas
  3. Mengucapkan 3 kata bersamaan (subjek, kata kerja, objek)
  4. Memegang sendok dengan baik, bercerita tentang, pengalamannya, membantu sewaktu buka baju, mendengarkan cerita melalui gambar
  5. Meniru mengerjakan pekerjaan rumah tangga
  6. Menunjuk paling sedikit satu bagian dari badannya

Sumber : UKK PEDSOS PP IDAI.

Jumat, 24 Mei 2013

Puding Sayuran




 Bahan:
* 100 g brokoli,  cincang halus
* 1 bh wortel, kupas, parut halus
* 200 ml kaldu daging
* 2 lbr roti tawar, keju parut secukupnya
* 2 btr telur, kocok lepas

 Cara Membuat:
* Rendam roti tawar dalam kaldu hingga lunak.
* Campur semua bahan , aduk rata, taruh dalam pinggan tahan panas.  Taburi keju, kemudian letakkan di wadah yang telah diisi air, panggang atau kukus hingga matang.
* Angkat

Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 240 Kkal
Protein: 6,7 g
Lemak: 6,8 g
Karbohidrat: 33,6 g

Menu Mpasi : Tim Sayur


Bahan:
* 4 btr telur, kocok lepas
* 2 sdt minyak sayur
* 200 g sayuran campur (wortel, buncis, jagung)
* 4 bh jamur, iris halus
* 1 btg daun bawang, iris halus



Cara Membuat:
* Campur semua bahan, aduk hingga rata.
* Masukkan ke dalam cetakan telur (khusus). Kukus hingga matang. Angkat.
* Sajikan dan hias sesuai selera hingga menarik selera makan anak.

Untuk 4 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 123 Kkal
Protein: 8,7 g
Lemak: 7,4 g
Karbohidrat: 5,7 g

Sumber Nakita  yang sudah disadur ulang

Menu 1y+ : Nasi Siram

Saosnya pake saos bolognase

Bahan :
Saos tomat
Bawang bombay
bawang putih
daging cincang
gulgarmer

Cara membuat :
Tumis semua bawang hingga harum laru masukkan daging cincang
Tambahkan saos tomat dan air
Lalu beri gulgarmer
masak hingga matang

Siram diatas nasi yang sudah dialasi telur dadar.

Sajikan selagi hangat ^^

Menu 1y+ : Mujair Bumbu Kuning

Bahan :
Mujair
Bawang putih
Tomat
Jahe
Kunyit
Garmer

Cara Membuat :
Masukkan air ke dalam panci, tambah semua bumbu
Lalu masukkan ikan
Masak hingga matang



Note : bisa untuk anak 9-12m dengan skip garmer dan bisa diganti ikan lainnya seperti patin

Selamat mencoba ^^

Kamis, 23 Mei 2013

Menu 1y+ : Perkedel Bayam



Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
450 gram kentang, dipotong-potong, digoreng, dihaluskan
1 ikat (100 gram) bayam, diseduh, diiris halus
3 sendok makan bawang merah goreng
2 siung bawang putih goreng, dihaluskan
1 tangkai daun bawang, diiris halus
1 butir telur
1/2 sendok makan garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
2 putih telur, dikocok lepas untuk pelapis
minyak untuk menggoreng


Cara membuat:
  1. Campur kentang, bayam,  bawang merah goreng, bawang putih goreng, daun bawang, telur, garam, merica bubuk, pala bubuk, dan gula pasir. Aduk rata.
  2. Ambil sedikit campuran kentang. Bentuk bulat pipih. Celupkan ke dalam putih telur.
  3. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.

Untuk 12 buah 

Sumber : sajiansedap.com

Menu 1y+ : Nasi Goreng Bologse

Bahan Saos Bolognase :
Tomat diparut
Daging cincang
bawang bombay cincang
bawang putih halus
gulgarmer

Bahan nasi goreng :
Nasi
daun bawang
wortel parut
buncis cincang halus


Cara Membuat :

Tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum
Masukkan daging cincang, wortel dan buncis, beri air sedikit, lalu parut tomat, masak hingga matang
tambah gulgarmer secukupnya
Setelah matang masukkan nasi, dan terakhir daun bawang

Sajikan pada si kecil selagi hangat

#bisa diganti nasi lembek
#sumber gambar : google

Senin, 20 Mei 2013

Apa itu Tantrum???

Tantrum merupakan fase ketika anak Anda mengalami kemarahan luar biasa dengan karakteristik frustasi, dilanjutkan dengan menangis, berteriak, dan pergerakan badan yang berlebihan, termasuk melempar barang, menjatuhkan diri ke lantai, dan lain-lain.

“Jika anak sering tantrum, jangan dibiarkan. Bisa jadi anak jadi stres,” ujar Edward R. Christophersen, Ph. D., psikolog di Children’s Mercy Hospitals and clinics, di Kansas City, MO.


Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini. Dan pada dasarnya, marah-marah pada anak-anak usia 1-4 tahun adalah hal yang wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak-anak mengalami hal ini.


Mengapa harus marah-marah?
Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:
1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini. Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan. Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.
2. Lelah. Anak-anak yang kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yang padat dan sedikit waktu bermain akan membuat anak-anak cepat marah dan emosi.
3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yang terlalu banyak mendikte dan mengekang anak, juga dapat berpengaruh bagi emosinya. Anak-anak yang merasa jenuh dengan kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan. Dan marah-marah adalah salah satu bentuk ledakan tersebut.
4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya. Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil.
5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak-anak dengan iming-iming. Menangis sedikit, anak dibujuk dengan es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, dan anak-anak mengenali pola ini. Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis dan mengamuk jika keinginan tersebut tidak segera dipenuhi oleh orangtuanya.

Tetap tenang dan kenali penyebab balita tantrum. Dalam buku Children Are People Too, Dr. Sharon Fried Buchalter mengatakan ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial)  dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda.

*Tantrum Protes. Tatrum karena marah tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Biasanya balita menangis, menhjerik, menendang-nendang bahkan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.
Lakukan:

  • Beri dia ruang kesempatan untuk meluapkan emosinya, tapi jangan jauh-jauh dan tetap awasi dia.
  • Hindari mengekang balita saat tantrum. Berikan pelukan asal dilakukan dengan lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan.
  • Bertindak bila balita mulai melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya. Bila dia berguling-guling di lantai, singkirkan benda-benda berbahaya. Hentikan bila mulai melukai dirinya, seperti memukul-mukulkan kepalanya ke tembok.
  • Anda harus konsisten. Jangan mengabulkan keinginanya supaya dia berhenti tantrum. Balita pasti marah, tapi Anda bis aberbaikan setelah dia sudah tidak tantrum.
*Tantrum Sosial. Tantrum karena balita marah dengan temannya. Biasanya balita bertindak agresif, bullying dan tidak bersahabat saat main bersama temannya.
Lakukan:

  • Ucapkan kata-kata yang bisa mengekpresikan perasaanya. Misalnya, “Sita marah yak arena Arna tidak membolehkan Sita main boneka itu?” Perkataan Anda juga menunjukkan kalau Anda berempati padanya.
  • Hindari mendisiplinkan balita secara fisik, seperti mencubitnya. Adan hanya menyampaikan pesan negative. Anda kehilangan kontrol, menggunakan kekerasan fisik di perbolehkan dan perasaan harus dipendam bukannya disalurkan.
  • Ajak ngobrol balita, setelah tantrumnya selesai. Setelah tenang bahsa perbuatannya tadi tidak dapat diterima, namun tetap tunjukkan kalau Anda menyayangi dia.

*Tantrum Merengek. Tantrum karena tidak puas terhadap sesuatu hal. Biasanya balita merengek, ngambek atau terus menerus bertanya dengan cara mengganggu, “Ayo bunda kita pulang, ayo..ayo!” sambil menarik-narik Anda.
Lakukan:

  • Saat balita merengek, jelaskan Anda akan berbicara padanya ketika dia sudah tenang. Bukannya ANda cuek tapi menunjukkan padanya perbuatannya itu tidak baik. Namun, hindari menasihati ketika dia tantrum, dia tidak akan mendengarkan Anda.
  • Kenali keinginan dan kebutuhan balita bila bepergian. Dia mungkin tantrum karena capek, atau kelaparan. Jadwalkan kegiatan sebelum pergi mengacu pada kemampuan dan kebutuhan balita.
  • Beri perhatian pada balita. Saat jalan-jalan jangan asyik sendiri, ajak balita ngobrol, tanyakan pendapatnya.

*Tantrum Tidak Kooperatif. Tantrum karena tidak suka saat diminta melakukan sesuatu. Biasanya balita tidak kooperatif karena tidak senang mealkukan apa yang Anda minta.
Lakukan:

  • Jangan memarahi balita saat tantrum. Kalau perlu menjauh sebentar, tarik napas dalam-dalam untuk menengakan diri sebelum menghadapi balita.
  • Beri balita pilihan. Misalnya saat menyuruh gosok gigi, tanyakan apakah dia mau menggunakan sikat gigi gambar dinosaurus atau gambar Elmo. Beri balita kesempatan merasa punya kendali.
  • Turunkan pengharapan Anda. Jangan harap balita selalu mau melakukan apa yang Anda minta. Perhatikan juga keinginanya. 

Sumber :  
1. http://www.parenting.co.id/article/balita/atasi.tantrum.pada.anak/001/003/321
2. http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Psikologi/menangani.balita.tantrum/001/007/696/1/4
3. http://www.rumahbunda.com/psychology/temper-tantrum-pada-anak/#

    Kamis, 16 Mei 2013

    Steak Salmon


    Bahan:
    • fillet ikan salmon (pilih yang beratnya kurleb 200 gr)
    • 1 sdm minyak/butter untuk mengoles pan
    • 1 sdm jahe parut
    • 3 siung bawang putih, halus
    • Kecap manis
    • Gulgarmer
       
    Sayuran pelengkap :
    • wortel
    • buncis
    • potong sebagai finger food
    Cara membuat steak salmon saus teriyaki :
    1. Campur kecap, jahe, bwg putih, gulgarmer
    2. Campur fillet ikan salmon dengan saos kecap, aduk rata bolak balik
    3. Taruh dalam wadah tertutup selama 30 menit.
    4. Kemudain simpan ikan salmon tersebut ke dalam lemari es selama 2 jam supaya bumbu meresap sempurna
    5. Panaskan pan dengan api sedang dan oles dengan minyak
    6. Panggang fillet ikan salmon, sekali saja dioles dengan saus
    7. Balikkan satu kali saja sehingga kedua permukaan filet salmon matang
    8. Angkat salmon  dari atas pan dan langsung taruh d piring saji.
    9. Kukus sayuran pelengkap yang telah dipotong sesuai selera.
    10. Sajikan salmon steak dengan siraman sebagian saus yang telah disisihkan tadi beserta sayuran pendamping yang telah dikukus.

    Rabu, 08 Mei 2013

    Sembilan Ribu Sembilan Ratus Rupiah Yang Ga Akan Habis

    umber

    Hari ini habis belanja bulanan.
    Terus.. ngga sengaja ngeliatin angka-angka yang ada di rak supermarket,
    di kantongan belanjaan, dan akhirnya... di kwitansi pembayaran.
    Hmm..
    Banyak juga ya yang harga-harga barang-barang kebutuhan sehari-hari ini
    ada diseputaran angka Rp.10rb-an.

    Terus tiba-tiba kepikiran...
    Barang-barangini nih aku beli karena memang butuh.
    Relatif murah insyaAllah. Sepuluh ribuan.
    Tapi pastisehari ada yang udah habis.
    Ada yang seminggu, dua minggu...abis itu? Abis deh.

    sumber : FB mbak Nadia Meutia pendiri dbcn ^^

    Roti Pizza

    Bahan :
    Roti Tawar gandum
    Daging cincang
    Tomat
    bawang bombang
    bawang putih
    jagung manis pipil, rebus
    wortel parut
    keju parut

    cara membuat :
    tumis bawang putih dan bawang bombay, lalu masukkan daging cincang dan wortel,
    masak hingga hampir matang, lalu masukkan jagung manis. beri gulgarmer. masak hingga matang
    sisihkan

    tuang rata bahan daging ke roti, lalu taburi keju.
    panggang di oven ato dengan happy call yg sudah dipanaskan.

    siap sajikan

    #untuk baby dibawah 1 taun bisa tanpa penggunaan gulgarmer, 

    foto diambil dari : http://www.nusantaracooking.com

    Bitterballen sayur

    Bahan :
    • ½ sdt garam
    • 1 sdt merica bubuk
    • ½ sdt pala bubuk
    • 2 sdm mentega
    • daun bawang, iris halus
    • 150 g tepung terigu
    • 400 ml susu
    • 250 g daging ayam cincang, rebus
    • 50 g keju lalu parut
    • Brokoli cincang secukupnya
    • wortel cincang secukupnya
    Adonan kulit :
    • tepung panir baru halus
    • 2 butir telur, kocok rata
    • Minyak untuk mengoreng
    Cara Membuat:
    1. tumis daun bawang, wortel, dan brokoli lalu masukkan tepung terigu, aduk cepat dan rata hingga berbutir, tuangi susu, garam, merica, dan pala, aduk rata. 
    2. Masukkan ayam dan keju , lalu aduk rata. Angkat, sambil aduk-aduk hingga adonan dingin.
    3. Bentuk menjadi bola-bola,  masukkan  ke dalam tepung panir – telur kocok – tepung panir. 
    4. Diamkan selama 20 menit agar adonan salut menempel sempurna.
    5. Goreng dalam minyak banyak dan panas di atas api besar hingga berwarna kuning kecoklatan. 
    6.  Bisa juga disimpan dalam freezer  lalu digoreng.

    Macaroni Ayam Bolognase

    Ini dia si macaroni,,, yuk nyoba menu baru

    Macaroni Ayam Bolognase
    Bahan:

     125 gr Makaroni rebus dengan air
    setelah itu blender kasar


    Bahan ayam bolognase:

        daging ayam cincang secukupnya
        1 buah Tomat
        2 siung bawang putih cincang
        bawang bombay cincang
        oregano
         keju
        wortel parut secukupnya

    Cara membuat:

    tumis bawang bombay dan bwg putih hingga wangi, masukan ayam dan wortel
    parut si tomat, lalu beri oregano.
    Siram makaroni dengansaos ayam bolognase
    Parut keju

    siap dihidangkan

    Jumat, 03 Mei 2013

    Bubur Jagung Keju

     bahan :

    1 buah jagung mais, pipil
    keju secukupnya
    maizena
    brokoli cincang

    cara membuat :
    blender jagung hingga halus
    rebus dengan air dan brokoli cincang
    beri maizena secukupnya
    tambah keju
    masak hingga matang
    siap dihidangkan

    Bubur Tahu Kabocha



    Kabocha atau labu orange asal jepang mengandung potasium cukup tinggi. Lezat diolah bersama tahu untuk si 9-12 bulan.

    Bahan: 
    2 sendok makan beras merah.
    150 ml kaldu ayam.
     30 gram tahu sutra.
    25 gram kabocha, kupas, buang biji lalu potong kecil.

    Cara membuatnya: 

    1. Masak beras merah menggunakan kaldu hingga matang. Sisihkan.
    2. Kukus tahu dan kabocha secara terpisah hingga lunak.
    3. Masukkan keduanya ke dalam blender, haluskan.
    4. Campur dengan beras merah. Sajikan.

    Nilai Gizi (per porsi)
    Energi : 94 Kalori
    Protein : 3.2 gram
    Lemak : 1.5 gram
    Karbohidrat : 17 gram

    #sumber : http://www.ayahbunda.co.id/resep/resep.makanan.bayi/bubur.tahu.kabocha/012/007/2