Minggu, 10 Desember 2017

Melatih kemandirian anak : day 10

Hari ini kakak key ikut papa dinas. Dinas ke rumah mbah di surabaya. Ya, ini pertama kali nya kakak key pergi tanpa mama. Sudah semakin besar anak mama sudah semakin mandiri. Kakak sudah berani pergi berdua dengan papa saja. Padahal mama sudah membujuk.

Td dikirimi papa foto saat kakak di pesawat. Lalu kami juga video call saat kakak sudah drmh mbah. Yeaaaayyyy good job kak 😍😍😍

#day10
#melatihkemandirian

Kamis, 07 Desember 2017

Melatih Kemandirian Anak , Level 2 Bunsay : Day 8



Alhamdulillah sudah hari ke 8 untuk melatih kemandirian si kakak. Alhamdulillah kakak sudah mau ambil minum sendiri, sudah mulai berkurang berteriaknya. Tadi pagi kakak menyiapkan makanannya sendiri. Si kakak request sarapan dengan nasi goreng. Lalu si kakak juga ingin mencetaknya dan memberi taburan bawang goreng. Hari ini kakak juga berekolah tanpa di paksa. 

Mulai besok mama mau menambah kemandirian lainnya untuk kakak.

Semangat kakak πŸ’—πŸ’—πŸ’—

#day8
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayIIP
#MelatihKemandirian










Rabu, 06 Desember 2017

Melatih Kemandirian Anak , Level 2 Bunsay : Day 7

Pagi ini kakak Key sedang dalam mood baik, setelah makan sendiri, lalu mandi, dan bersiap untuk sekolah. Project kemandirian mama hari ini adalah menjahit kancing seragam kakak. Seragam kakak hari Rabu ini sebagaian kancingnya lepas. Mama mengajak kakak untuk memperbaikinya. Mama menawarkan kakak untuk menjahit bersama. Kakak sangat antusias sekali, bahkan ngambeg karena ada kancing yang mama pasang terlebih dahulu.

Masalah seragam ini sebenarnya sudah harus diperbaiki dari kemarin-kemarin. Tapi mama selalu lupa, hingga ahirnya kakak diejek teman sekelasnya. Mama juga diingatkan bu guru. Maaf ya nak....

#day7
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayIIP
#MelatihKemandirian



Melatih Kemandirian Anak , Level 2 Bunsay : Day 6


Hufft,,,, kemarin mama tidak sempat menulis di blog tentang tantangan hari ke 6. Tak apalah sekai-kali merapel huhuhuhuhu.... Kemarin pagi kakak Key bermalas-malasan di depan TV. Padahal sudah jamnya mandi untuk berangkat sekolah. Sepertinya sudah tidak bisa lagi membiarkan kakak keasyikan di depan tv. Mama lalu mencabut antena tv. Buramlah tv nya.

Awalnya kakak protes kenapa tv nya buram, tapi setelahnya kakak mau untuk beranjak dari sofa dan bersiap sekolah. Kakak sudah makan sendiri sebelumnya, lalu menggunakan bajunya sendiri, begitupun saat menggunakan sepatunya. 

Jadi pelajaran untuk mama agar tidak membiasakan kakak untu menonton Tv di pagi hari. Mama juga harus membersamai kakak agar bisa mandiri.

#day6
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayIIP
#MelatihKemandirian


Kamis, 30 November 2017

Melatih Kemandirian Anak , Level 2 Bunsay : day 1



Setelah kemarin selesai belajar tentang Komunikasi Produktif, sekarang sudah memasuki pembelajaran baru yaitu Melatih Kemandirian Anak. Pada level 2 Bunsay ini kamu diberikan tantangan 10 hari meningkatkan kemandirian anak. Saya list terlebih dahulu kemampuan kemandirian apa saja yang ingin saya latih ke kakak Key.

List Kemampuan Kemandirian

Kenapa keempat kemampuan di atas yang ingin di latih? Sebenarnya kakak Key sudah cukup mandiri, namun setelah punya adik bayi, terkadang sifat kalemannya keluar kembali. Lihat adik disuapin, si kakak ingin disuapin juga. Lihat adik dimandiin, si kakak ingin dimandikan pula.


  • Mencuci piring : saya ingin latih, agar terbiasa setelah makan mencuci piringnya sendiri. 
  • Mengambil minum : masih gemar menyuruh bibik atau saya mengambilkan minum dengan berbagai alasan
  • Membaca : kakak Key sudah mendekati waktu masuk SD, saat membaca buku sangat ingin sekali bisa membaca sendiri, namun terkendala belum bisa membaca, ini pelan-pelan2 di latih dengan metode bermain 
  • Mandi : seperti alasan di atas, sejak punya adik bayi, suka meminta dimandikan mama
Pada hari pertama, kami sudah mempraktekkan mencuci piring. Sebelumnya saya ajak kakak komrod. 

M : Kak, bagaimana setiap habis makan kita mencuci piring 
K : Aku? boleh cuci piring?
M : Iya kakak mencuci piring kakak sendiri
K : Yeayyy, aku mau

Sebenarnya si kakak gemar membantu mama, namun saat di rumah dengan bibik dia lebih terbatasi karena bibik biasanya melarang membantu anak kesayangannya itu ehhehehe... Nah agar mama dan bibik se-visi jadi mama meminta bibik agar mempersilahkan kakak untuk mencuci piring.

Kakak mencuci piringnya sendiri

Semoga tantangan ini terus berlanjut hingga kakak terbiasa. Pelan tapi Pasti!
Membersamai anak belajar tentang kehidupan, Semangat kakak πŸ’—

#day1
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 11 November 2017

Komunikasi Produktif, level 1 : #day10

Sabtu ini gak ada agenda keluar
Karena besok mau kondangan
Mama bertekad (eileeeehhh πŸ™ŠπŸ€£) beresin lemari dan baju2
Udah sebulan baju2 nangkring di kasur dpn gak dimasukin ke lemari

Waktu beberes lemari kakak, si kakak datengin mama πŸ‘¦ : Mah bikin kue donk
πŸ‘©‍🍳 : kue? Kue apa?
πŸ‘¦ : itu yg pake mentega terigu telur
πŸ‘©‍🍳 : iya nanti setelah mama beberes lemari kakak ya. Sekarang belanja dl bahannya sama bibik
πŸ‘¦ : yeaaayy ayo bik beli bik aku mau bikin kue (excited gt dia, pdhl mama dah teler πŸ˜‚) Mama mandi dulu, meminta kakak untuk bersabar
Tapi setelah mama mandi si kakak ternyata menuangkan semua tepung ke baskom
Padahal tidak semuanya akan dipakai πŸ‘©‍🍳 : mama bilang ke kakak untuk bersabar kan
πŸ‘¦ : tapi aku ingin bantu
πŸ‘©‍🍳 : iya membantu tapi menunggu mama (intonasinya diubah, bahasa tubuhnya jg, biar kakak mendengarkan mama) bisa menunggu mama?
πŸ‘¦ : iyaaaaa tapi aku bantu ya
πŸ‘©‍🍳 : iyaaa , key yang buat kue

Udah deehhh akhirmya bikin juga kita, cheese cake lumer no mixer separo di oven (krn mati listrik) separo di kukus
Enaaaakkkkk 😍😍😍😍

#metimemomandson
#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 10 November 2017

Komunikasi Produktif, level 1 : #day9



Sudah hari Jumat, sudah dekat weekend lagi. Yeaaaaayyyyy mama senang ehhehehe
Kemarin sore kita family forum lagi. Kebetulan papa pulang cepet. Jadi bisa sekalian kumpul. Tema pembicaraan kita macam-macam. Mulai dari mama yang sepertinya akan pindah unit kerja, weekend mau ngapain aja dsb. Kebetulan di instansi mama sedang ada pemekaran. Mama diajakin ke unit baru. Bismillah semoga jadi lebih berkontribusi disana. Mama cerita sama papa, tentang rencana tersebut. Trus mama cerita kalau 2 minggu lagi mau ada open day calon sekolah kakak.

M : Pap, tanggal x bulan depan mau ada open day di sekolah y, kita kesana ya. Mama sudah daftar tadi
P : Lha itu kan pas ulang tahun adek, gimana
M : ya kan ulang tahun nya sore aja
P : emang mau dirayain? 
M : Iyalah, ulang tahun kakak aja dirayain, ulang tahun adik juga donk
P : Ya udah, nanti masak sendiri?
M : gak donk, mesen aja hehehehe kan pagi ada open day (blablabla mama menjeaskan rencana ultah adek)
P : Ya udah,
K : Aku mau SD mah
M : iya, nanti bulan depan kita lihat sekolah ya.
K : iya mah, dedek mau ulang tahun ya?
M : iya donk, kayak kakak key

Obrolan kami terus berlanjut, sembari mama dan kakak makan.
So, mau kemana kita weekend ini?



#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, 09 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1 : #day8




Masih tentang hiruk pikuk di pagi hari hehehehhe saat hanya ada mama, kakak, dan adek. Iyes, papa kalau berangkat kerja jam 6 pagi, sedangkan bibik jam 7 baru datang. Pagi merupakan waktu efektif untuk mengobrol dengan kakak. Masih fresh lah, baru bangun tidur jadi mood nya masih baik. Mengobrolnya tentu tidak jauh-jauh dari tentang sekolah dan makan apa hehehhehe. Pagi tadi kami mengobrol tentang baju sekolah. 

Baju sekolah kakak untuk hari Kamis adalah baju bebas. Si kakak setelah mandi sudah heboh dulu saat mama mengambilkan baju pilihan mama. Ditolak! huhuhuh...

M : Kak, pakai baju ini ya
K : Gak mau, bosen ganti yang lain
M : Lha ini kan hari Kamis baju nya boleh bebas
K : Iya aku gak mau baju yang tadi
M : Ya sudah pakai ini saja ya (menunjukkan kemeja TNI yang dibeli beberapa bulan yll)
K : Wow, baju tentara. Mau... mau... mau... Bik, bik, aku pakai baju tentara
M : Ya udah dipakai sudah ditunggu babe (supir antar jemput sekolah) tuh
K : wow, keren mah ini keren (sambil praktek kaidah 7-38-55)
M : Iya keren, makanya rajin sekolah ya
K : Sebentar lagi aku jd anak SD ya
M : Iya kan sudah besar
K : yeaaaayyy

Setelah semua nya selesai, kakak siap berangkat sekolah. Ganteng deh pakai baju tentara ya kak hehehehe πŸ’“πŸ’“πŸ’“



#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 08 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1 : #day7

Tadi pagi sudah mengkondisikan agar kakak mau berangkat sekolah. Jam setengah 7 setelah memandikan dedek dan mama juga mandi, mama meminta kakak untuk mau mandi juga. Karena mama tidak masak sarapan, mama berencana untuk mengajak kakak sarapan di luar. So, kakak harus mandi terlebih dulu. 

M : Kak, mama sama dedek sudah mandi. Kakak mandi juga ya
K : sebentar mau nonton ini
M : baik, 5 menit lagi kita mandi ya
K : iiyaa, aku laper
M :  kakak mau makan apa? Kita makan nasi uduk atau bubur ayam
K : nasi kuning
M : kalau hari kerja tidak ada yang menjual nasi kuning. Nasi uduk saja ya?
K : ya udah nasi uduk

Lalu kakak mandi. Setelah mandi mama langsung pakaikan baju sekolah. 

K : kenapa pakai baju sekolah. Kan mau makan
M : setelah makan langsung berangkat sekolah
K : oh iya ya
M : terima kasih sayang sudah mau sekolah ya

Menjauhkan semua akses gadget memang membuat kakak lebih rajin ke sekolah. Mama papa harus konsisten tentunya.

Selasa, 07 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1 : #day6

Hari ini kakak mogok sekolah lagi, huhuhuh.... Ini salah mama juga, karena meninggalkan HD external di rumah. Akhirnya kakak keasyikan nonton film daripada sekolah. Semua akses gadget seperti Tablet dan HP sudah tidak ada di rumah. Kalaupun meminjam HP mama, kakak pasti hanya memfoto saja, karena HP mama tidak ada games nya. Lha kecolongan si harddisk, kakak malah jadi nonton film terus. 

Alhasil mama memberikan hukuman pada kakak agar tidak boleh bermain keluar rumah. Di rumah saja dengan bibik dan adek. Hmmmmm,,, tapi paling main sama temen rumahnya sih. Saat akan berangkat kerja kita negosiasi dulu.

M : Kakak Key sekolah yuk, kemarin sudah libu
K : Gak maukkkk,,, capek
M : Capek atau mau menonton film. Yuk kita mandi. Mama mau key sekolah agar pintar.
K : Aku mau nonton aja
M : (dalam hati aslinya mama gemes) kemarin sudah berjanji kan untuk masuk sekolah
K : tapi kaki ku sakit (kemarin sore abis jatuh karena berlarian)
M : Kakak bisa berjalan kan tadi, ayuk mama antar ya. 

Negosiasi tak terjadi qiqiqiqiiq gagal ngerayu dia. Ini anak agak keras kepala (kayak siapa hayo). Belajar, terus belajar. 

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Senin, 06 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1 : #day5

Kakak key hari ini tidak bersekolah, karena kecapean  setelah kemarin seharian pergi. Tiap tidak bersekolah ada aja yang terlihat kalau kakak k3y ini justru banyak bermain di rumah. Main dengan teman rumahnya. Tadi saja lututnya berdarah karena berlarian.

Saat ingin makan sereal, kakak inginnya disediakan oleh mama. Padahal mama nya mau sholat Magrib. Setelah selesai kakak terus saja berteriak ingin sereal. Mama yg tadinya stay cool mendadak gemes. Lalu berteriak juga mengatakan agar kakak Key bersabar. Kakak Key menangis karena dia bilang mama marah marah terus

Deg, mamanya udah bisa diprotes anak πŸ˜‚

M : Makan nya cepet! Trus kita tidur !
K : mama kenapa si marah2 terus (sambil mewek)
M : kakak key juga tidak mau bersabar. Mama minta maaf ya membuat key tidak nyaman. Kakak key mau minta maaf juga ?
K : iyaaaa (masih mewek)
M : sinin mama minta maaf ya (sambil meluk, terus dia dipeluk adeknnya juga)
K : mama makanya jangan marah2
M : iya, kakak juga menuruti ya kalau mama berbicara. Makannya 5 menit lagi ya
K : iyaaa...

Kan emak kudu belajar ngomong lagi ke anak. Ngomong sama anak pake kalimat perintah nada tegas justru terdengar di kupingnya kita ini marah2.

Maafin mama ya nak. Kita belajar bersama-sama....

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 03 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1 : #Day2



Kemarin sore papa lebih cepat pulangnya dari mama. Di meja makan sudah ada pempek yang dibawa papa dari kantor. Wah makanan kesukaan kakak ini. Bisa makan banyak biasanya nih si kakak. Mama langsung bersiap membersihkan diri setelah pulang kerja. Adek sama papa, karena bibik sudah pulang. Setelah mama mandi, papa lalu menggorengkan pempek buat kami. Percakapan kami ber4 pun dimulai :

Mama (M), Papa (P), Kakak (K), Dedek (D)

K : Asyiiik, pempek. Aku mau aku mau
P : Iya, papa gorengin
K : Aku mau yang banyak ya
P : (memberikan pempek2 di meja makan) Iya ini buat Key
M : Kakak sudah makan sore kan, kalau banyak makan pempek nanti muntah
K : Tadi di sekolah aku makan nambah, gak muntah
M : Nah, udah makan banyak sekali, masih mau tambah pempeknya?
K : (Nyengir) Iya mau lah, aku kan suka pempek
M : Mama boleh minta pempek nya? (nerapin 7-38-55)
K : boleh dong, ini buat mama, tapi nanti aku tambah lagi ya
M : Silahkan, kalau sudah kenyang berhenti makan ya
K : Iya, Ma
D :  (tepuk-tepuk tangan sendiri qiqiqiiqiq)

Kakak ini emang suka makan, kadang tidak tahu batasan kenyangnya, sehingga muntah. Begitu juga saat di sekolah. Makanya perlru dingatkan terus untuk makan sesuai batasannya. 

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Kamis, 02 November 2017

Komunikasi Produktif, Level 1: #day1

Bismillah,,,,

Masuk juga ke games level 1 nya Bunda Sayang. Waktu terima tugas nya, agak deg-degan secara kelas Bunsay ini akan dilakukan selama setahun. Perlu konsistensi, karena ada tantangan selama 10 hari melakukan tugas sesuai temanya.

Untuk level 1 ini, membahas tentang Komunikasi Produktif. Yes, ngomongin komunikasi kadang gaya bicara kita ke pasangan, teman, atau anak itu kan tak beraturan. Kadang santai kayak di pantai, kadang dengan nada oktaf, sesuai situasi dan mood emak 😁 Tapi memang sudah menerapkan bahasa baku di rumah, karena di sekolah kakak key menerapkan demikian.

Untuk #day1 ini, mau menerapkan Komunikais Produktifnya ke kakak Key, si sulung yang udah bisa diajak nego. Kemarin sore sih, tepatnya waktu mama pulang kerja. Baru aja masuk, mau taruh tas. Si kakak udah ngedumel ajah dengan bahasan yang kemarin-kemarin bikin mama hela nafas, PS. Iyes mainan yang bikin anak jadi kecanduan.

Key (K) dan Mama (M)

K : Mah, aku mau punya PS
M : Kenapa kakak key ingin punya PS? Kakak Key sudah punya mainan lebih mengasyikkan.
K : Teman aku si A, si B, si C sudah punya semua. Aku aja yang belom
M : Kakak Key sudah punya Hafidz Doll dan Smart Hafidz, bisa bermain belajar apa saja disitu
K : (mewek sambil menunjukkan kalau dia ngambeg)
M : Bermain bersama mama dan adek saja ya, PS itu mainan untuk anak besar, bukan untuk anak kecil. Oke? 
K : Oke, ma
M : Mama mandi dulu yah, key main sama adek dulu
K : (ngeloyor ke luar nyamperin adeknya πŸ˜…)



Alhamdulillah kakak mau mengerti ya, walau nanti biasanya suka memberi pertanyaan yang sama ke mama. Sebenernya masih perlu belajar mengatakan kalimat produktif qiqiiqiq Kalau dilihat kata-katanya masih salah hehehehhe Tapi namanya berproses kan perlu waktu, kalo gak salah gak belajar namanya. Semoga mama lebih konsisten berkata dengan kalimat produktif ya nak πŸ’—πŸ’—πŸ’—

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 06 Oktober 2017

Wisata Sekolah : CIkal Serpong

Sumber : WAG Broadcast
Gegara omongan di grup baru kesadar, lha ini anak mbarep kan mau masuk SD. Calistung? Emak belum ngajarin qiqiqiqiqiq.... Mama mana belum survey sekolah.

Langkah pertama yang dipikiran mama adalah mencari tahu kesiapan Key untuk siap masuk SD kah. Bulan Juli tahun depan Keyvano 6tahun 4bulan. Akhirnya konsultasi dengan kepala sekolahnya Key. Insya Allah sudah siap jika tahun depan masuk SD. Tapi emaknya yg belum persiapan ini .

Akhirnya melist beberapa pilihan sekolah untuk dikunjungi. Setidaknya buat cari tahu bagaimana sistem sekolahannya. Tapi tentu saja yang dipilih yg terdekat, sistem yang sesuai dengan key, dan biaya yang wajar bagi mama papa. 

Kemarin dapat info Open House Cikal serpong. Iseng-iseng kesana deh. Banyak yg memberi pendapat sistem sekolahnya oke. Walau sepertinya gak masuk budget kami 

Ternyata letaknya di dkt pintu tol pamulang - serpong. Tadi lewat jalan tikus. Bs setengah jam kalau naik motor kesana (jika tidak macet).  Lumayan yess secara kantor mama saja cuma 15menitan dari rumah 

Begitu masuk ke sekolahnya, tampak kalau gedungnya memang masih baru. Gedungnya jg tingkat. Kami diminta registrasi open house. Lalu di minta ke gedung serbaguna lantai 3. Disanalah kami diberikan presentasi oleh pihak cikal. Dari apa yg sudah saya dapat, Cikal Serpong itu :

1. Menggunakan 2 bahasa, Indonesia dan English, tp diutamakan bahasa ibu terlebih dahulu
2. Tidak ada syarat harus bisa membaca saat masuk
3. Tidak moving class, tp ada kegiatan belajar outdoor juga
4. Tidak ada ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester
5. Ada banyK kegiatan di sekolah, pentas seni, camping, dll

Pas kesana lupa foto-foto gedungnya .
So, gak sabar wisata ke sekolah lainnya lagi 

Kamis, 27 Juli 2017

Me,,, Agent of Change (NHW#9)

Ngomongin Agent of Change, jadi inget jaman kuliah qiiqiqiqi iyes salah satu tugas mahasiswa yak. Nah di kantor yang menerapkan Reformasi Birokrasi juga ada nih si Agent of Change nya. Gak cuma pas jadi mahasiswa, atau pegawai ajah, Ibu juga bisa jadi Agent of Change.  Untuk NHW terakhir ini kami diminta untuk melihat isu sosial di sekitar kami yang tentu saja berkaitan dengan passion yang sudah kami temukan. Yuk, mari didetailkan ke dalam tabel berikut :

Bagan Agent of Change
Doain ya, biar gak ada halangan untuk mengikuti PKM. Biar makin terasah ilmunya. Biar bakatnya makin terasah juga. Biar saat mengedukasi lebih didengarkan 😊

AAMIIN !!!

Everyone is a Changemaker
Salam Profesional !!!

Jumat, 21 Juli 2017

Misi Hidup (NHW#8)

Pada NHW kali ini kami diminta untuk menemukan pentingnya misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Hehehhehe ngomongin visi misi, emang gak pernah terangkai di tak visi misi hidup. Belajar lah ya ini jadinya.

Mau ngambil satu ranah yang berada di kuadran SUKA dan BISA saat NHW#7, yaitu edukasi ASI< MPASI, dan babywearing. Dari ranah tersebut dijabarkan BE DO HAVE nya :

BE (ingin menjadi apa) : Konselor Laktasi
DO (ingin melakukan apa) : Mengikuti Pelatihan Konselor Menyusui (PKM) agar menjadi motivator, edukator, konselor mengenai asi, mpasi, dan yang berhubungan tentang anak. Mengikuti Babywearing Consultant agar menjadi edukator mengenai babywearing
HAVE (ingin memiliki apa) : Ingin memiliki Klinik Laktasi sendiri 

Lifetime Purpose saya, ingin menjadi ibu profesional, yang dapat menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak, menjadi anak yang berbakti pada orang tua, menjadi motivator dan educator buat masyarakat khususnya mengenai ASI, MPASI, dan Babywearing.

Strategic Plan dalam 5-10 tahun kedepan, yaitu menjadi Ibu Profesional di ranah domestik dan luar domestik, sudah menyelesaikan S2 yang berkaitan dengan pekerjaan sekarang, aktif di komunitas ASI menjadi KL, aktif di komunitas babywearing menjadi Babywearing Consultant. 



New Year Resolution nya, hmmmm untuk 2017-2018 ini semoga akhir tahun ini sudah mengikuti PKM dan membantu ibu-ibu yang kesusahan dalam ASI dan MPASI


"Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH" by IIP

Salam Ibu Profesional

Jumat, 14 Juli 2017

MENUJU BUNDA PRODUKTIF (NHW#7)

Setelah belajar bagaimana menjadi manajer yang handal, selalu konsisten dengan jadwal yang ada. Tahap selanjutnya, minggu ini belajar menjadi bunda yang produktif. Kami diminta untuk mengikuti Talents Mapping dr web temubakat.com . Lalu mencocokkan dengan pengalaman yang sudah kami tulis selama NHW ini dan mengkorfimasi dengan yang kami rasakan selama ini. Setelah mengisi kuesioner di link di atas, saya mendapat hasil nya , sebagai berikut :






Hasil diatas saya banget kan ya ^_^ Saya selalu berusaha menjadi pendengar yang baik untuk teman-teman saya, serta memotivasi mereka jika ada kesusahan. Point suka membayangkan masa depan, iya juga hehehhe. Namanya juga talent mapping, kalo jawabnya jujur ya sesuai banget hasilnya sama kita.

Berikut kuadran aktivitas saya :

KUADRAN AKTIVITAS

Siap menanti tahapan ibu profesional selanjutnya πŸ‘©πŸ‘©πŸ˜ŠπŸ˜Š

Salam Profesional !

Selasa, 11 Juli 2017

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Yang Handal (NHW#6)

Semangat Pagi!!!
Selamat Hari Raya Idul Fitri yah, Maaf lahir batin kalo ada kesalahan yang saya perbuat 
Setelah libur matrikulasi IIP nya, sekarang sudah mulai kembali kelas matrikulasinya. Tidak terasa sudah minggu ke 6. Minggu ini membahas bagaimana menjadi manajer keluarga yang handal.
Iyes, tugas mommy di rumah itu udah kayak manajer, apa aja kudu ngerti tentang anak atau suami. Karena mommy gak sempurna macam saya inih masih suka gak disiplin, alhasil kudu belajar lagi biar jadi mommy yang handal.
Balik lagi ke pepatah yang sebelumnya :
Tak Ada Ibu Yang Sempurna, Yang Ada Ibu Yang Mau Belajar Menjadi Yang Lebih Baik
So, mari mendeskripsikan manajer handal versi Mama KeySyaFarlo 
#Tiga aktivitas yang paling penting
Ini merupakan aktivitas setelah Baby Arlo lahir ya
a. Beribadah : ini sudah pasti sebagai hamba Allah. Untuk mengutamakan ibadah. Masih perlu kekonsistenan diri untuk sholat tepat waktu, mengaji, puasa dan sholat sunnah
b. Upgrade diri : disini maksudnya ada waktu disaat saya mencari tahu/belajar untuk memperbanyak ilmu. Ilmu sesuai bidang pekerjaan tentunya, serta ilmu kepengurusan anak ( asi mpasi dll). Kalau untuk kepengurusan anak saya fokus ke asi, mpasi, rum, babywearing
c. Menyiapkan kebutuhan anak2  : waktu pagi hari ini harus disiplin jangan sampai telat dari jadwal yang sudah diterapkan. Karena jika 1 kegiatan saja terlambat akan berdampak ke kegiatan lainnya. Begitu juga dengan pumping, sebagai working mom, ini aktivitas terpenting saya karena harus mencukupi kebutuhan asip si baby. Walau bekerja tapi tetap menyusui hingga 2tahun (lebih)
#Tiga aktivitas yang paling tidak penting
a. Main HP saat pagi hari : biasanya saat anak bayik belum bangun suka buka hp. Entah itu buka fb/ig/wa yang membuat terlambat membuat MPASI/sarapan. Seperti yang ditulis di atas, jika telat 1 saja kegiatan akan berdampak ke kegiatan lainnya
b. Mengobrol dengan teman terlalu lama : nah ini ehhehhehe kalau dah ketemu tmn kantor, pas jam maksi apalagi suka kebablasan. Sampe sholat dzuhur nya tidak tepat waktu.
c. Menunda waktu pumping : kadang suka nyantai menunda waktu pumping. Padahal ini bs mempengaruhi produkai asi atau pulang kerja jadi telat.
#Kalau ditanya waktu saya habis untuk yang mana?
Yang aktivitas penting tentunya. Belajar dan edukasi, serta menyiapkan kebutuhan suami dan anak khususnya
Setelah penjabaran diatas, aktivitas rutin yang merupakan aktivitas penting diatas akan dijadikan aktivitas dinamis. Dimana, waktu penerapannya memang sudah terjadwal.
"Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda."
Dari semua hal diatas dan dari jadwal yang sudah saya terapkan selama kurang lebih 7bulan ini (mpasi mulai arlo 6m), berikut jadwal harian saya :



Selama ini jika disiplin dan manajemen waktunya berjalan dengan baik, insya allah kegiatan2 tersebut juga teratur. Kunci utama memang di pagi hari hehhehe....
Tiap ibu punya caranya sendiri, punya karakternya sendiri. Saya menjalankan semuanya dengan senang hati.
Karena keluarga bahagia berasal dari ibu yang bahagia bukan....
Sampai jumpa di next NHW 

Kamis, 15 Juni 2017

Cara Belajar Efektif ala Mama KeySyaFarlo (NHW#5)

Sudah hari Kamis lagi,,, sudah waktunya mengerjakan tugas NHW dari kelas Matrikulasi IIP. Iyes, tiap minggu saya menjadwalkan 1 hari untuk mengerjakan tugas ini. Tanpa menganggu pekerjaan kantor yes, hehehehhe.... Nah tugas minggu ini adalah Belajar Bagaimana Caranya Belajar. Belajar itu tidak hanya saat di sekolah, sampai sekarang pun saya masih harus belajar. Mulai belajar jadi Ibu Profesional sampai belajar kerjaan kantor, dimana berhubungan sama kerekayasaan dan penelitian. Huhuhuhu kebayang baca jurnal-jurnal qiqiqiiqiq

Mari mulai NHW#5 !!!

⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫
NICE HOMEWORK #5
MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL  BATCH #4

πŸ“ BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJARπŸ“ (Learning  How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/
⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫

Sebelum membedah cara belajar efektif saya selama ini, saya sudah mencari refrensi bagaiaman gaya belajar tiap orang. Eh,,, ini namanya salah satu cara belajar juga yak qiqiiqiq... Saya ambil refrensi dari web http://riapalupijati.blogspot.co.id/2013/01/gaya-belajar-visual-auditori-dan.html sebagai berikut : 
 
Deporter dan Hernacki (Ari Nilandri , 2004) menyatakan “Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana anda menyerap, kemudian mengatur serta mengolah informasi”.Sedangkan menurut Nasution (1995: 94) mengemukakan“. Gaya belajar adalah cara yang dilakukan seseorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat berfikir dan memecahkan soal. Selanjutnya gaya belajar ini berhubungan dengan proses-proses kemampuan yang dimiliki oleh seseorang”.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh informasi, mengolah informasi, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar, agar terjadi suatu proses belajar yang menyenangkan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.
Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, dan selalu mempunyai kencenderungan sesuai dengan hobi dan kebiasaan mereka. Adapun gaya belajar tersebut di bagi menjadi tiga yaitu : Visual, Auditori, dan Kinestetik
Deporter dan Hernacki (Ari Nilandri , 2004 110 melalui menyatakan “Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana anda menyerap, kemudian mengatur serta mengolah informasi”.Sedangkan menurut Nasution (1995: 94) melalui www.gaya-belajar-visual-auditori-kinestetik.commengemukakan“. Gaya belajar adalah cara yang dilakukan seseorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat berfikir dan memecahkan soal. Selanjutnya gaya belajar ini berhubungan dengan proses-proses kemampuan yang dimiliki oleh seseorang”.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh informasi, mengolah informasi, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar, agar terjadi suatu proses belajar yang menyenangkan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.
Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, dan selalu mempunyai kencenderungan sesuai dengan hobi dan kebiasaan mereka. Adapun gaya belajar tersebut di bagi menjadi tiga yaitu : Visual, Auditori, dan Kinestetik. Dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a.       Gaya Belajar Visual
Setiap gaya belajar mempunyai ciri-ciri tertentu, sehingga guru dapat memahami cara belajar siswa. Adapun ciri-ciri belajar visual adalah sebagai berikut :
§  Bicara agak cepat 
§  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
§  Tidak mudah terganggu oleh keributan
§  Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
§  Lebih suka membaca dari pada dibacakan 
§  Pembaca cepat dan tekun
§  Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
§  Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
§  Lebih suka musik dari pada seni
§  Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya 
b.      Gaya belajar Auditori
Guru dapat melihat gaya belajar siswa melalui ciri-ciri sebagai berikut :
§  Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
§   Mudah terganggu oleh keributan
§   Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
§  Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
§   Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
§   Biasanya ia pembicara yang fasih
§   Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
§   Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
§   Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
§   Berbicara dalam irama yang terpola
§   Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
c.       Gaya Belajar Kinestetik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
§  Berbicara perlahan
§  Penampilan rapi
§  Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
§   Belajar melalui memanipulasi dan praktek
§   Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
§  Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
§   Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
§  Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
§  Menyukai permainan yang menyibukkan
§  Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
§  Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.

Nah dari teori di atas jadi mengerti gaya belajar saya selama ini, yang otomatis juga jadi kebiasaan anak saya. Dari hal2 di atas saya tipe belajar gabungan Visual dan Auditori. Nah mari merinci desain pembelajaran saya selama ini, tentunya setelah sekarang menjadi ibu dan istri, serta pegawai negeri.

1. Apa yang ingin dipelajari
Nah ini, setiap ada suatu ilmu yang baru saya tahu, saya akan mencari tahu mengenai ini. Tentu mencari ilmu yang bermanfaat untuk saya dan keluarga. Kalau mengenai pekerjaan kantor tentu yang sudah menjadi minat saya.

2. Mencari Refrensi
Jika sudah mengetahui apa yang ingin dipelajari, langkah selanjutnya adalah mencari refrensi yang tentu saja dari sumber terpecaya. Ilmu pengasuhan anak biasanya saya dapat dari beberapa grup FB, grup WAG, dan beberapa tokoh. Refrensi juga bisa dengan bantuan Google. 

3. Mempelajari Ilmu
Saat sudah mendapat refrensi, gaya belajar saya baru keluar. Saya tidak bisa belajar tanpa mendengarkan sesuatu. Entah saat ikut kulwap, membaca refrensi, atau mengerjakan pekerjaan kantor, saya sambil mendengarkan musik. Kalau sepi, malah tidak masuk hehehehhe Auditory banget ya. Selain itu, belajar langsung dari gambar dan video juga lebih membuat saya cepat mengerti, ini visual banget. Jadi tipe belajar saya gabungan visual dan auditory

Biasanya saya juga harus melist poin2 apa saja yang saya butuhkan dalam belajar, ini sebenarnya karena kebiasaan dipekerjaan saya sebagai Perekayasa. Yang harus membuat Technical Note bulanan. Jadi apa yang sudah dipelajari dituliskan kembali menjadi catatan. Kalau untuk Ilmu Pengasuhan biasanya saya tuliskan dalam status FB/IG menjadi sumber edukASI atau sharing ilmu lagi. 

Jika tidak ingin ilmu itu terlupa, memang harus langsung dipraktekkan dan sering sharing ilmu lagi. Agar kita tetap mengingat ilmu tersebut. Learning by doing !

Penerapan belajar seperti ini juga saya lakukan ke anak saya. Saya memberikan media belajar visual dan auditory dan itu berhasil membuat anak saya menegerti apa ilmu yang ingin saya berikan. 

Mari semangat belajar!!!!