Kamis, 28 Juni 2018

Jadi Pengurus di Komunitas? Siapa Takut!

Sejak jadi ibu rasa ingin tahu saya meningkat lebih besar daripada masih lajang. Tentu keingin tahuan mengenai dunia anak. Mencari support system yang bisa dijadikan tempat mencari ilmu sekaligus berbagi pengalaman tentu membantu saya berkembang lebih baik.

Berbagai komunitas saya ikuti demi menghilangkan rasa haus ilmu saya. Termasuk bergabung di Ibu Profesional Tangsel. Mendampingi kakak 6yo dan adik 1.5yo tentu tak bisa tanpa ilmu, saya harus belajar, belajar, dan belajar. Alhamdulillah menyelesaikan matrikulasi sehingga sah menjadi member di IP Tangsel. Rasa syukur saya bergabung di IP Tangsel dengan mencoba mendaftar sebagai pengurus komunitas. Sempet ragu saat mendaftar, apakah saya mampu menjaga amanah sebagai pengurus, padahal saya sudah punya komunitas dimana saya founder disitu. Setelah mengalami pergejolakan batin, saya mantap ikut di Oprec Pengurus Tangsel. 

Apa sih asyiknya jadi pengurus di IP Tangsel? Yuk kita bahas asyiknya jadi pengurus versi admin WAGM !

🌟 Bertemu Bunda-Bunda Hebat
Saat menjadi matrikan melihat tim dapurnas dan pengurus di IIP ini hebat-hebat. Bagaimana tidak? Komunitas yang beranggotakan para wanita yang belajar bersama, tapi bisa sebesar ini dengan sistem yang sangat tertata rapi. Profesional! Dengan menjadi pengurus kita bisa membuat event atau proker yang melibatkan mereka. Tentu saja bisa berinteraksi dengan teman-teman IIP di pusat dan berbagai daerah

🌟 Kesempatan Menjadi Fasilitator
Syarat menjadi fasil adalah seorang pengurus kota. Alhamdulillah di MIIPB5 kemarin berkesempatan menjadi fasilitator dan berlanjut ke kelas Bunsay. Menjadi fasilitator membuat pengalaman saya bertambah, selain saya mengkhatamkan ilmu dasar di perkuliahan IIP. Aliran Rasa mengenai Fasil bisa dilihat di : Belajar Ibu Profesional dengan Menjadi Fasilitator

🌟 Jam Terbang Bertambah
Jadi admin WAG di IP Tangsel menambah jam terbang saya belajar dunia desain publikasi. Jam terbang saya sebagai blogger juga ikut bertambah lho karena tim online wajib jadi kontributor artikel. Jam terbang saya mengelola WAG juga bertambah heheheh kapan membuat suasana lebih ramai, kapan harus mengalihkan pembicaraan yang bertentangan CoC, dsb.

Sebenarnya masih banyak ya asyiknya jadi pengurus, yang pasti kesempatan besar mengenal maestro parenting anak juga semakin besar. Tinggal bagaimana kita mencari posisi yang sesuai dengan passion kita. Jadi saat menjalani amanah ini tidak ada yang namanya "bosan", "bingung", "penat", dll. Ridho suami dan anak tentu harus, agar apa yang kita kerjakan berjalan lancar.

Jadi, siapa takut jadi pengurus? 

1 komentar:

  1. Kalau saya bukan takut, tapi malas hihihi. Mengurus banyak kepala dengan banyak pikiran biasanya suka ribet kalau buat saya :D

    BalasHapus

Hai.... Terima kasih sudah membaca tulisan saya