Jumat, 11 Januari 2019

Kemampuan apa sih yang harus para ibu punya?

Skill apa sih yang harus dimiliki seorang ibu?

Pertanyaan untuk para wanita yang akan menjadi ibu. Nyatanya setiap ibu punya kelebihan masing-masing untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Saat mengetahui menjadi seorang ibu, saya tersadar begitu banyak PR yang harus saya cicil untuk membesarkan anak. Usia 22 tahun mungkin sebagian orang menganggap masih sangat muda menjadi seorang istri serta ibu, apalagi saya sudah berstatus ASN. Tak ingin menjadi ibu yang buruk untuk anak, saya gerilya mencari ilmu apa saja yang harus seorang ibu punyai dalam mendidik anak bersama suami.

Stay Cool Mom
Kenapa ini penting? Karena namanya perasaan ibu itu nular ke anak. Mamanya rungsing terus, si anak tentu demikian. Mamanya bahagia sepanjang hari, begitupun anaknya. Menghadapi anak sakit, anak “rusuh”, anak aktif, atau anak sedih harus TANPA PANIK. Memang tidak semua ibu demikian, ada ibu yang dikit-dikit panik padahal anak baru demam dibawah 38dercel. Ada juga yang “stay cool” walau anak-anaknya berebutan mainan. Buat saya ini penting. Terutama saat anak sakit. Ini berkaitan dengan kemampuan selanjutnya.

Dokter untuk Keluarga
Sejak menjadi ibu saya mencari tahu apa itu Rational Used Medicine yang biasa disingkat RUM. Kenapa sih RUM? Apakah RUM berarti anti obat? RUM ini berarti bijak menggunakan obat. Jadi saat anak demam bukan berarti harus langsung di beri obat. Apalagi batuk pilek, dimana bersumber dari virus, tidak perlu obat lho. Namun tetap saat mengobservasi anak, harus dilihat tanda-tanda vital nya. Seperti jika demam 38.5 dercel baru diberikan obat atau batuk pilek sudah 2 minggu baru di bawa ke dokter. Penting? Banget! Nyatanya banyak ibu yang kebingungan atau panik berlebih saat anak hanya demam 37.5 dercel. Atau sudah berburu obat batuk, padahal baru 1 hari batuk. Konsultasi ke dokter RUM juga perlu, agar satu frekuensi dengan keluarga kita yang menerapkan RUM.

Konselor Laktasi untuk Anak
Menyusui merupakan aktivitas pertama yang ibu lakukan dengan anak. Menyusui bukan hal sepele lho. Bukan hanya sekedar membuka kencing bajumu lalu menyodorkan payudara ke anakmu. Ada perjuangan yang harus dilakukan, banyak ilmu yang harus dicari. Mengapa? Banyak ibu yang gagal menyusui hanya karena kurang teredukasi. Padahal menyusui ini kewajiban seoran ibu, bahkan diperintah oleh Allah SWT, buka saja AL Baqarah. Mencari ilmu menyusui bisa dilakukan sejak masa kehamilan. Tak hanya mengedukasi diri sendiri, tapi suami dan keluarga terdekat lainnya. PR besar? Iya dan semua ibu wajib mengedukASI diri terlebih dahulu.

Sabar dan Ikhlas
Ilmu hidup yang berat bukan? Anak yang Allah berikan sejatinya hanya titipan. Begitu juga kita dimata orang tua kita. Sejak kehilangan anak kedua saya, ilmu ini makin terasa dalam hidup saya. Tugas kita hanya menjalani takdir Allah. Melakukan sebaik-baiknya untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anak, walau bukan ibu yang sempurna. Bersabar dengan kelakuan anak-anak sangat penting. Mengelola emosi di depan mereka merupakan PR terbesar. Tapi membayangkan betapa waktu sangat cepat berjalan, masa anak-anak mereka akan cepat berlalu. Semoga bisa menjadi ibu yang senantiasa sabar dan ikhlas.

Haus Ilmu
Seperti dijelaskan di atas bahwa ilmu kepengurusanan anak sangatlah banyak. Tugas menjadi ibu tentu tidak mudah. Senantiasa haus ilmu bagaimana menjadi ilmu yang baik, insya Allah menjadikan kita ibu yang berproses seiring anak bertumbuh. Jangan mudah merasa puas. Tetap mencari ilmu sesuai dengan karakteristik anak.

Pribadi yang Mandiri
Kemandirian saya sebagai anak sudah amat saya rasakan sejak menjadi anak kost ketika kuliah di Surabaya, sedangkan orang tua saya di Pati. Hal ini berdampak baik saat saya menikah. Kami berdua jauh dari keluarga, benar-benar setelah menikah hidup berdua. Saat saya bekerja, anak diasuh ART tersayang kami yang sudah di rumah sejak anak pertama saya 6bulan. Berarti sudah hampir 6,5 tahun bibik menemani kami. Suami termasuk pekerja yang sering melakukan dinas luar kota. Terbayang jika saya menjadi pribadi dan istri yang tidak mandiri. Semua pribadi harus mandiri sesuai porsinya.

Memasak jadi Koki Keluarga
Kemampuan memasak ibu yang pertama dilakukan adalah menyiapkan MPASI bagi buah hatinya. Bahkan untuk ibu yang tidak terbiasa memasak, membuat MPASI pasti dilakukannya. Membuat MPASI pun ada ilmunya. Buat saya, MPASI adalah tahap dimana anak mengenal makanan dan permulaan bagaimana kebiasaan makannya kelak. Untuk memasak menu harian pun saya kadang dibantu bibik memasaknya. Tapi menu apa saja yang akan disiapkan hari itu saya memutuskan. Mendelegasikan bukan berarti lepas tangan.

Menulis
Membuat portopolio anak sangatlah penting. Buat sebagian ibu hal ini semacam kesenangan pribadi yang akan ditunjukkan ke buah hati saat besar nanti. Medianya pun banyak sekali. Buat senyaman mungkin seperti kehendak kita. Buat saya menulis tak hanya untuk portopolio anak saja. Namun banyak ragamnya, seperti bahan mengedukasi.

Banyak sekali kemampuan yang harus dimiliki seorang ibu. Namun kembali dengan mana yang prioritas, mana yang harus dicari ilmunya sejak dini, mana yang harus dikembangkan, mana yang bisa didelegasikan, dll.

Semoga bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Aamiin

Harnum Annisa
Untuk Tugas Bunsay Leader
Ibu pembelajar dari KeySyaFarlo


Sumber :